Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis: Analisis OPEC+ dan Proyeksi 2026

- Selasa, 04 November 2025 | 07:50 WIB
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis: Analisis OPEC+ dan Proyeksi 2026

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Analisis Keputusan OPEC dan Proyeksi Pasar

Harga minyak dunia mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Senin, 3 November 2025. Kenaikan ini terjadi seiring dengan reaksi pasar terhadap keputusan OPEC untuk menaikkan pasokan minyak. Namun, rencana kelompok produsen minyak tersebut untuk menahan kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun 2026 membatasi pergerakan harga di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan dan data manufaktur Asia yang melemah.

Data Perdagangan Minyak Terkini

Pada sesi perdagangan tersebut, kontrak berjangka minyak Brent tercatat menguat 0,2 persen menjadi USD 64,89 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terapresiasi 0,1 persen menuju level USD 61,05 per barel.

Keputusan Strategis OPEC dan Dampaknya

OPEC , yang terdiri dari negara-negara anggota OPEC dan produsen sekutu, telah mencapai kesepakatan penting pada minggu sebelumnya. Kelompok ini sepakat untuk menaikkan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada Desember 2025, sekaligus berencana menghentikan kenaikan produksi selama kuartal pertama tahun 2026.

Analis dari Ritterbusch and Associates menyoroti bahwa "dampak negatif terhadap harga dari tambahan produksi OPEC sebesar 137.000 bph pada kuartal ini tertahan oleh rencana penghentian kenaikan pasokan setelah akhir tahun."

Revisi Proyeksi Harga Minyak oleh Morgan Stanley

Morgan Stanley telah merevisi proyeksi harga minyak Brent untuk paruh pertama 2026 menjadi USD 60 per barel, meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar USD 57,50. Revisi ini didorong oleh keputusan OPEC untuk menunda peningkatan kuota produksi di awal tahun depan serta perkembangan terbaru terkait aset minyak Rusia.

Pandangan Berbeda Mengenai Keseimbangan Pasar Minyak

Terdapat perbedaan pandangan mengenai kondisi pasar minyak global tahun depan. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasar minyak global akan mengalami surplus hingga 4 juta barel per hari. Sebaliknya, OPEC memperkirakan pasokan dan permintaan minyak global akan tetap seimbang pada periode yang sama.

Faktor Tekanan Tambahan pada Harga Minyak

Beberapa faktor tambahan memberikan tekanan pada harga minyak:

Ketidakpastian Pasokan Rusia

Analis RBC menilai Rusia tetap menjadi faktor tak terduga bagi pasokan minyak global, terutama setelah sanksi Amerika Serikat terhadap produsen minyak Rosneft dan Lukoil, serta serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Melemahnya Sektor Manufaktur Asia

Data survei bisnis yang dirilis Senin menunjukkan pelemahan sektor manufaktur di Asia pada bulan Oktober. Kondisi ini menjadi perhatian penting mengingat kawasan Asia merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

Pengaruh Nilai Tukar Dolar AS

Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan pada harga minyak, karena membuat minyak mentah menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Nilai dolar tercatat bertahan di posisi tertinggi tiga bulan terhadap sejumlah mata uang utama.

Prospek Permintaan Minyak Jangka Panjang

Patrick Pouyanne, CEO TotalEnergies, mengungkapkan bahwa pertumbuhan permintaan minyak di China telah melambat sejak 2020 seiring transisi negara tersebut menuju energi hijau. Meskipun demikian, ia menyampaikan optimisme terhadap prospek jangka panjang pasar minyak karena meningkatnya permintaan dari India.

Sejumlah pemimpin perusahaan minyak Eropa yang hadir dalam konferensi di Abu Dhabi juga mengingatkan agar tidak terlalu pesimistis terhadap prospek harga minyak ke depan, menandakan keyakinan terhadap ketahanan sektor energi global.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar