PM Hungaria Magyar Desak Presiden Sulyok Mundur, Ancam Pakai Jalur Hukum

- Kamis, 16 April 2026 | 00:25 WIB
PM Hungaria Magyar Desak Presiden Sulyok Mundur, Ancam Pakai Jalur Hukum

Peter Magyar, sang perdana menteri baru Hungaria, tak main-main. Ia secara terbuka mendesak Presiden Tamas Sulyok untuk mengundurkan diri. Bahkan, ancaman pun dikeluarkan: jika Sulyok tak mau mundur dengan baik-baik, pemerintahannya siap menggodok undang-undang khusus untuk mencopotnya.

Desakan ini disampaikan Magyar menjelang dimulainya sidang parlemen baru, yang rencananya digelar awal Mei nanti. Kemenangan telaknya baru-baru ini memang fenomenal, menghentikan dominasi tokoh nasionalis Viktor Orban yang telah bercokol selama 16 tahun.

“Saya tegaskan kembali kepadanya bahwa di mata saya dan di mata rakyat Hungaria, dia tidak layak menjadi simbol persatuan bangsa Hungaria dan tidak mampu menjamin penghormatan terhadap hukum,”

Begitu kata Magyar, seperti dilaporkan kantor berita AFP Kamis lalu.

Menurutnya, bukan cuma presiden yang harus pergi. Magyar juga menyinggung soal jabatan-jabatan kunci lain yang dianggapnya sebagai ‘boneka’ sistem Orban. Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Konstitusi, misalnya, juga diminta mundur.

“Semua boneka yang ditunjuk oleh sistem Orban untuk menduduki jabatan-jabatan tinggi,” ucapnya tanpa tedeng aling-aling.

Namun begitu, respons dari Presiden Sulyok sendiri disebutnya masih penuh teka-teki. Padahal, dengan mayoritas dua pertiga yang dipegang partai Tisza-nya, Magyar punya kekuatan penuh untuk mengubah konstitusi sekalipun. Parlemen baru diperkirakan akan mulai bersidang sekitar 6 atau 7 Mei mendatang.

Di sisi lain, kekalahan Orban menjadi babak baru yang menarik. Selama ini, ia dikenal sebagai sekutu dekat Donald Trump dan Vladimir Putin. Uniknya, meski sebelumnya vokal mendukung Orban, Trump kini justru melirik Magyar.

“Saya pikir orang baru ini akan melakukan pekerjaan yang baik dia orang yang baik,”

Kata Trump dalam wawancaranya dengan ABC News. Perubahan sikap ini tentu saja menambah dinamika politik Hungaria yang sedang berubah cepat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar