Warga Asing China Gagal Selundupkan Serbuk Nikel dari Bandara IWIP

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 20:00 WIB
Warga Asing China Gagal Selundupkan Serbuk Nikel dari Bandara IWIP

Di Bandara Khusus PT IWIP Weda Bay, Maluku Utara, aksi nekat seorang warga negara asing China berhasil digagalkan. Kejadian Jumat lalu itu berakhir dengan tangan petugas mencengkeram sang pelaku, yang kedapatan membawa sejumlah serbuk nikel. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pun tak ragu memberi apresiasi.

Menurut Sjafrie, lewat siaran pers Sabtu kemarin, penangkapan ini menunjukkan sikap tegas pemerintah. Intinya, negara tak akan main-main dalam melindungi kekayaan alamnya dari oknum-oknum yang coba mencari celah. “Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Kita perbaiki semua hal-hal yang sudah kita lihat selama ini terjadi. Tidak boleh ada republik di dalam republik.”

Ucapan itu bukan tanpa alasan. Bandara swasta seperti IWIP ini sebelumnya dinilai minim pengawasan. Nah, sekarang Sjafrie memastikan hal itu tak akan terulang. Penempatan petugas penjagaan dari pemerintah di lokasi adalah bagian dari komitmen itu untuk mencegah penyelundupan sumber daya alam, bukan cuma nikel.

Kronologinya begini: Satgas Terpadu di bandara itu menangkap seorang WNA berinisial MY. Saat diperiksa, ternyata dia membawa lima pack serbuk nikel plus empat pack serbuk nikel murni. Pelaku sedang bersiap terbang menuju Manado via Super Air Jet ketika petugas bergerak.

Motif dan detail lain masih diselidiki. Yang jelas, MY kini diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ini semua bukan tindakan spontan. Sejak akhir November lalu, pemerintah sebenarnya sudah mulai mengencangkan pengawasan. Bandara IWIP yang beroperasi sejak 2019 itu dinilai terlalu longgar. Makanya, ditempatkanlah Satgas Terpadu di sana campuran dari berbagai unsur seperti Bea Cukai, Imigrasi, Polri, hingga Karantina.

Tujuannya satu: menutup peluang. Agar bandara itu tidak jadi pintu belakang untuk aktivitas ilegal, apalagi yang menyangkut sumber daya Indonesia. Langkah ini, di mata Sjafrie, adalah bentuk kehadiran negara yang sebenarnya. Tegas, langsung turun ke lapangan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler