Istri Gerebek Pegawai BUMN di Hotel Tuban Saat Suami Klaim Lembur

- Senin, 23 Februari 2026 | 00:20 WIB
Istri Gerebek Pegawai BUMN di Hotel Tuban Saat Suami Klaim Lembur

MURIANETWORK.COM - Seorang pegawai BUMN di Tuban, Jawa Timur, digerebek istrinya sendiri di sebuah kamar hotel saat sedang bersama wanita lain. Peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan ini berawal dari kecurigaan sang istri atas kebiasaan suaminya yang kerap pulang dini hari dengan alasan lembur. Setelah diselidiki, ternyata sang suami sedang mengambil cuti. Polisi setempat kini telah mengamankan kedua pihak untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kecurigaan yang Bermula dari Percakapan Digital

Rasa curiga istri, berinisial DR (37), mulai muncul belakangan ini. Sang suami, LF (35), yang sehari-hari bekerja di sebuah BUMN, seringkali pulang ke rumah hampir mendekati waktu sahur. Alasannya selalu sama: lembur kerja. Kecurigaan DR kian menjadi setelah ia menemukan riwayat percakapan di ponsel suaminya. Percakapan itu menunjukkan transfer sejumlah uang yang dianggapnya tidak wajar kepada seorang wanita. Puncaknya, LF beberapa kali pergi tanpa kabar selama berhari-hari, lagi-lagi dengan dalih urusan pekerjaan.

Merasa ada yang tidak beres, DR pun melakukan pengecekan langsung ke tempat kerja suaminya. Hasilnya sungguh mengejutkan. Ternyata, LF sama sekali tidak sedang lembur, melainkan sedang mengambil jatah cutinya.

"Berangkat dari rumah alasannya lembur, pulangnya hampir dini hari, kadang jam 01.00 atau 02.00. Setelah saya cross-check ke pabrik, ternyata keterangannya cuti," tutur DR kepada awak media pada Minggu (22/2/2026).

Penggerebekan di Hotel Lynn

Keyakinan bahwa dirinya dibohongi mendorong DR untuk bertindak lebih jauh. Ia membuntuti suaminya hingga akhirnya melihat kendaraan LF terparkir di Hotel Lynn, yang terletak di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Latsari. Untuk memastikan, DR bahkan menyamar dengan melakukan check-in di hotel yang sama. Ia akhirnya memastikan LF berada di kamar nomor 703 bersama seorang wanita berinisial AD, yang diduga merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Tulungagung.

Proses penggerebekan sempat berlangsung tegang. Pihak manajemen hotel awalnya menolak memberikan akses ke kamar dengan alasan menjaga privasi tamu. Situasi baru bisa dilanjutkan setelah petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tuban tiba di lokasi.

"Dari pihak hotel sempat menghalangi karena alasan privasi pelanggan. Akses baru dibuka setelah polisi datang," jelas DR mengenai momen tegang itu.

Proses Hukum Berlanjut

Kedua orang yang berada di dalam kamar, yaitu LF dan AD, akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. Mereka dibawa untuk dimintai klarifikasi dan keterangan mendalam terkait peristiwa tersebut. Saat ini, kasus dugaan perselingkuhan ini resmi ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tuban. Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mendalami laporan yang telah dilayangkan oleh DR sebagai pihak pelapor.

Insiden ini menarik perhatian banyak kalangan, tidak hanya karena melibatkan oknum pegawai BUMN dan ASN, tetapi juga karena waktu kejadiannya yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Momentum yang seharusnya diisi dengan nilai-nilai introspeksi dan perbaikan diri ini justru dinodai oleh peristiwa yang memicu sorotan publik, terlebih di wilayah Tuban yang dikenal memiliki nuansa religius yang kental.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar