Preman Ancam Bakar Warung di Medan Gagal Dipicu Penolakan Uang Iuran

- Selasa, 14 April 2026 | 23:30 WIB
Preman Ancam Bakar Warung di Medan Gagal Dipicu Penolakan Uang Iuran

Ancaman Bakar Warung Gara-gara Uang "Iuran" Tak Diberi

Suasana di Jalan Sei Mencirim, Medan, mendadak mencekam. Seorang preman nekat menyiram bensin ke sebuah warung makan. Dia mengacungkan pemantik api, ancamannya jelas: bakarlah semuanya. Semua ini berawal dari penolakan sederhana, saat pemilik warung tak mau menuruti permintaan uang.

Ibrahim, pria 53 tahun yang sehari-hari mengurus Warung Searmen 1, masih terlihat syok. Menurut ceritanya, seorang pria bernama Bobby mendatanginya. Bobby datang dengan tuntutan. Dia minta uang Rp250 ribu, yang katanya untuk iuran lima bulan ke depan.

"Saya bilang enggak bisa," ujar Ibrahim.

"Warung lagi sepi, mana ada uang segitu. Langsung dia naik pitam."

Penolakan itu seperti menyulut bensin dalam diri pelaku. Bobby yang sudah emosi lalu mengambil sejumlah bensin dan menyiramkannya ke sekitar warung. Di tangannya, pemantik api sudah siap. Belum cukup, dia juga menghunus pisau dan mengarahkannya ke arah Ibrahim. Situasi saat itu benar-benar genting, nyaris berakhir tragis.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar