Ancaman Bakar Warung Gara-gara Uang "Iuran" Tak Diberi
Suasana di Jalan Sei Mencirim, Medan, mendadak mencekam. Seorang preman nekat menyiram bensin ke sebuah warung makan. Dia mengacungkan pemantik api, ancamannya jelas: bakarlah semuanya. Semua ini berawal dari penolakan sederhana, saat pemilik warung tak mau menuruti permintaan uang.
Ibrahim, pria 53 tahun yang sehari-hari mengurus Warung Searmen 1, masih terlihat syok. Menurut ceritanya, seorang pria bernama Bobby mendatanginya. Bobby datang dengan tuntutan. Dia minta uang Rp250 ribu, yang katanya untuk iuran lima bulan ke depan.
"Saya bilang enggak bisa," ujar Ibrahim.
"Warung lagi sepi, mana ada uang segitu. Langsung dia naik pitam."
Penolakan itu seperti menyulut bensin dalam diri pelaku. Bobby yang sudah emosi lalu mengambil sejumlah bensin dan menyiramkannya ke sekitar warung. Di tangannya, pemantik api sudah siap. Belum cukup, dia juga menghunus pisau dan mengarahkannya ke arah Ibrahim. Situasi saat itu benar-benar genting, nyaris berakhir tragis.
Namun begitu, Ibrahim sempat menantang. "Saya bilang ke dia, 'Ya sudah, bakar saja kalau kau berani'," kenangnya.
Untungnya, aksi nekat itu digagalkan oleh kewaspadaan warga. Seorang tukang jahit di sebelah warung segera melompat, melerai dan menahan si pelaku. Bobby akhirnya tak jadi menyalakan api atau menikam. Dia kabur dari lokasi sebelum keadaan bertambah buruk.
Kapolsek Sunggal, Kompol Yunus Tarigan, mengonfirmasi kejadian ini. Timnya sudah turun ke TKP setelah dapat laporan. Sayangnya, saat mereka tiba, pelaku sudah menghilang entah ke mana.
"Kami sudah temui korban dan sarankan untuk buat laporan polisi resmi," kata Yunus.
Dia menambahkan, penyidik kini sedang memburu Bobby. Mereka juga mendalami motif dan track record pelaku. Untuk sementara, polisi mengimbau para pedagang dan warga agar tidak ragu melapor jika ada pemerasan serupa. Aksi seperti ini, selain meresahkan, jelas mengancam ketenteraman usaha kecil.
Ibrahim sendiri berharap pelaku segera ditangkap. Dia khawatir, kalau dibiarkan, premanisme semacam ini akan terus berulang dan membuat para pedagang kecil semakin susah.
Artikel Terkait
GMS Bantul Tunda Ibadah, Tolak Tawaran Bupati Gunakan Pendopo karena Faktor Jarak
Menkeu Bantah Data Ekonomi Tak Sesuai Realitas, Tunjukkan Penerimaan Pajak Tumbuh 22,1 Persen
PBB Gandakan Dana Darurat untuk Lebanon Jadi Rp11,5 Triliun di Tengah Konflik Israel-Hizbullah
Satu Remaja Tewas, Satu Masih Hilang Terseret Ombak di Pantai Menganti Cilacap