Ancaman Bakar Warung Gara-gara Uang "Iuran" Tak Diberi
Suasana di Jalan Sei Mencirim, Medan, mendadak mencekam. Seorang preman nekat menyiram bensin ke sebuah warung makan. Dia mengacungkan pemantik api, ancamannya jelas: bakarlah semuanya. Semua ini berawal dari penolakan sederhana, saat pemilik warung tak mau menuruti permintaan uang.
Ibrahim, pria 53 tahun yang sehari-hari mengurus Warung Searmen 1, masih terlihat syok. Menurut ceritanya, seorang pria bernama Bobby mendatanginya. Bobby datang dengan tuntutan. Dia minta uang Rp250 ribu, yang katanya untuk iuran lima bulan ke depan.
"Saya bilang enggak bisa," ujar Ibrahim.
"Warung lagi sepi, mana ada uang segitu. Langsung dia naik pitam."
Penolakan itu seperti menyulut bensin dalam diri pelaku. Bobby yang sudah emosi lalu mengambil sejumlah bensin dan menyiramkannya ke sekitar warung. Di tangannya, pemantik api sudah siap. Belum cukup, dia juga menghunus pisau dan mengarahkannya ke arah Ibrahim. Situasi saat itu benar-benar genting, nyaris berakhir tragis.
Artikel Terkait
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung, Mediasi AS
Dembele Bawa PSG Hancurkan Liverpool di Anfield, Lolos ke Semifinal Liga Champions
AS Fasilitasi Pertemuan Langka Israel-Lebanon, Agenda Masih Berbeda Jauh
PSG Hancurkan Liverpool 2-0, Lolos ke Semifinal Liga Champions dengan Agregat 4-0