Namun begitu, ia juga memberikan peringatan. Sebagai anggota Presidium KAHMI, Doli mewanti-wanti agar Komcad jangan sampai malah 'memiliterkan' kalangan sipil. Batas antara sipil dan militer harus tetap jelas. Harapannya, program ini bisa membentuk masyarakat yang tangguh, terutama dalam menghadapi tantangan sosial zaman now mulai dari narkoba sampai perilaku menyimpang.
Di lapangan, persiapan sudah berjalan. Rencananya, sekitar 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga di Jakarta akan dilibatkan. Mereka yang disasar umumnya berusia muda, antara 18 sampai 35 tahun.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memberi gambaran waktu. Pendidikan dasarnya kemungkinan baru dimulai pada April 2026 mendatang.
Sementara dari sisi pelaksana, TNI AD sudah menyatakan kesiapannya. Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan kesediaan institusinya untuk memfasilitasi pendidikan tersebut. Semua ini punya payung hukum yang jelas, yakni Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021 tentang peran serta ASN sebagai Komcad.
Artikel Terkait
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung
Samsat Pandeglang Razia dan Ancang Door to Door untuk Penunggak Pajak Kendaraan
Pendaftaran SMA Unggul Garuda Baru Diperpanjang hingga 7 Maret 2026