Ia menekankan, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus multidimensi.
"Tidak cuma soal menjaga keamanan. Tapi juga berbagi kebahagiaan, seperti ini," tambahnya.
Program Dapur Berkah, katanya, memang dirancang untuk lebih dari sekadar bagi-bagi takjil. Ini adalah ruang interaksi. Tempat di mana hubungan yang lebih humanis dan dekat bisa benar-benar terjalin.
Antusiasme warga pun meledak saat waktu berbuka tiba. Mereka, para polisi, dan anggota komunitas duduk melingkar. Hidangan dinikmati bersama, doa dipanjatkan secara khidmat. Suasana hangat itu menyelimuti seluruh area.
Harapannya sih sederhana. Kegiatan semacam ini jangan cuma jadi seremonial tahunan belaka. Di sisi lain, ia harus bisa menjadi tradisi yang berkelanjutan. Sebuah bukti sinergi dan kebersamaan nyata antara polisi dan masyarakat Pakal, Surabaya.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Bamsoet: Aksi Teror ke Pengkritik Bisa Rusak Citra Pemerintahan Prabowo
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa, Boleh Diwakilkan
Sekretaris Kabinet Bantah Program Makan Bergizi Gratis Kurangi Anggaran Pendidikan
PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Nasional atas Peran Krusial dalam Jaminan Mutu