Bamsoet: Aksi Teror ke Pengkritik Bisa Rusak Citra Pemerintahan Prabowo

- Jumat, 27 Februari 2026 | 16:10 WIB
Bamsoet: Aksi Teror ke Pengkritik Bisa Rusak Citra Pemerintahan Prabowo

Orang-orang terdekat Presiden Prabowo Subianto perlu benar-benar membuka mata. Ada upaya nyata, dan agak kotor, yang sedang berjalan di ruang publik. Tujuannya jelas: merusak karakter dan kredibilitas sang Presiden beserta kabinetnya.

Caranya? Melalui ancaman dan teror. Sasaran mereka adalah para pemerhati atau individu yang berani menyuarakan kritik. Polanya intimidatif. Mereka ingin membangun satu kesan di benak publik: bahwa Prabowo dan pemerintahannya anti kritik.

Nah, yang menarik, sejumlah figur yang mengenal baik Prabowo justru yakin betul. Mereka percaya bahwa pelaku aksi teror ini sama sekali berada di luar kendali Presiden.

Mengapa?

Karena secara pribadi, Prabowo dikenal sebagai sosok yang tak sungkan bertanya. Dia mau mendengarkan, bahkan tak segan berdebat untuk sebuah penjelasan. Itu karakternya.

Buktinya bisa kita lihat. Dia sendiri pernah mengakui secara terbuka bahwa dia tahu betul ada sejumlah akun media sosial yang kerap mengecamnya. Tapi, sampai hari ini, kritik itu dibiarkan mengalir begitu saja. Tak ada upaya pembatasan atau pelarangan, selama masih dalam koridor adab.

Ini menunjukkan bahwa Presiden tak pernah punya niat membungkam suara kritis masyarakat. Malah, belum lama ini, dia mengundang sejumlah tokoh yang dikenal vokal mengkritiknya.

Pertemuan itu berlangsung dialogis. Prabowo mendengarkan aspirasi mereka, dan juga menjelaskan arah kebijakannya.

Lalu, siapa sebenarnya dalang di balik aksi teror yang marak akhir-akhir ini? Siapa yang sedang mencoba mengail di air keruh? Ini pertanyaan besar yang menggantung.

Para pembantu terdekat Presiden harus mewaspadai kasus ini. Jangan sampai anggapan liar berkembang dan akhirnya merusak citra kepemimpinan Prabowo. Masalah ini harus ditangani dengan bijak, dan cepat.

Soalnya, ancaman ini nyata. Target terbaru yang ramai dibicarakan adalah pengalaman buruk Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar