PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Nasional atas Peran Krusial dalam Jaminan Mutu

- Jumat, 27 Februari 2026 | 16:00 WIB
PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Nasional atas Peran Krusial dalam Jaminan Mutu

PT Surveyor Indonesia (PTSI) baru saja mendapat pengakuan mentereng. Perusahaan BUMN itu menyabet penghargaan Excellence in National Assurance Services 2026 dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year (ITAY) 2026. Intinya, penghargaan ini mengapresiasi peran krusial PTSI dalam memperkuat sistem jaminan mutu nasional, yang ujung-ujungnya mendongkrak daya saing industri Indonesia di kancah global.

Lantas, apa yang membuat mereka layak dapat penghargaan? Ternyata, keterlibatan PTSI dalam berbagai Proyek Strategis Nasional cukup luas. Mereka terjun di sektor energi, perdagangan, industri, sampai infrastruktur. Lewat serangkaian layanan inspeksi, audit, verifikasi, dan sertifikasi, mereka memastikan proyek-proyek besar itu berjalan sesuai standar, transparan, dan akuntabel. Dukungan dari kemitraan dengan berbagai kementerian, BUMN, dan industri swasta, ditambah segudang akreditasi nasional dan internasional yang mereka kantongi, semakin memperkuat posisinya. Peran mereka sederhana tapi vital: menjaga mutu pembangunan, meminimalkan risiko kegagalan proyek, dan meningkatkan kepastian kualitas hasil-hasil pembangunan nasional.

Direktur Utama PTSI, MURIANETWORK.COM Wibhiyadi, menyambut penghargaan ini dengan sikap rendah hati. Baginya, ini justru sebuah amanah.

"Tanpa assurance tidak ada trust, dan tanpa trust tidak ada daya saing. Karena itu, PTSI memposisikan diri sebagai Guardian of Assurance, penjaga integritas sistem industri nasional yang memastikan standar tetap terjaga, risiko terkendali, dan tata kelola berjalan akuntabel," ujar MURIANETWORK.COM, Jumat (27/2/2026).

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) nasional, jangkauan kerja PTSI memang luas. Mereka mendukung tata kelola pemerintahan dan proyek strategis, memperkuat kualitas dan keselamatan industri, hingga berkolaborasi dengan kampus untuk membangun kompetensi profesional. Tak cuma di dalam negeri, peran mereka meluas ke tingkat internasional. Mereka memastikan produk dan sistem Indonesia memenuhi standar global agar bisa diterima dan bersaing di pasar dunia.

Menariknya, PTSI juga tak mau ketinggalan zaman. Beberapa tahun belakangan, mereka gencar melakukan transformasi digital. Strateginya jelas: beralih dari layanan konvensional ke layanan berbasis data dan teknologi cerdas. Mereka memanfaatkan AI, IoT, dan platform digital. Inovasi ini bukan cuma soal efisiensi dan kecepatan, tapi juga menciptakan nilai tambah baru bagi pelanggan dan stakeholder.

Di sisi lain, penguatan kapasitas global juga terus digenjot. Mereka menjalin kerja sama dengan berbagai institusi internasional di bidang teknologi, riset terapan, dan pengembangan standar. Kolaborasi semacam ini membuka akses transfer pengetahuan, perluasan pasar, dan tentu saja peningkatan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Di tingkat nasional, PTSI aktif dalam pengembangan ekosistem halal bersama BPJPH, serta mendorong percepatan SDGs lewat kolaborasi dengan Bappenas dalam gerakan I-SIM.

Ke depan, ambisi mereka jelas. PTSI menargetkan perluasan layanan berbasis AI dan ekspansi internasional yang lebih kuat. Tujuannya, menempatkan Indonesia sebagai rujukan global di bidang traceability, sustainability, dan compliance. Bahkan, mereka berani menegaskan ambisi untuk masuk dalam jajaran Top 20 Global TIC Player dengan kapabilitas digital kelas dunia.

Acara ITAY 2026 sendiri dibuka oleh Suryopratomo, Komisaris Metro TV, dan dihadiri sederet tokoh nasional. Mulai dari Kepala BRIN Prof. Arief Satria, Gubernur Lemhannas Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, hingga para pimpinan BUMN, rektor, dan eksekutif bisnis.

Dalam sambutannya, Suryopratomo menegaskan bahwa ITAY memberi apresiasi pada institusi yang mampu menghadirkan perubahan nyata.

“Assurance serta tata kelola yang kuat seperti yang dijalankan Surveyor Indonesia merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan nasional,” katanya.

Pendapat serupa disampaikan Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin. Menurutnya, fungsi verifikasi dan inspeksi adalah bagian krusial dalam governance pembangunan.

Proses seleksi penghargaan ini sendiri cukup ketat. Dewan juri independen yang terdiri dari akademisi dan praktisi nasional seperti Ricardi S. Adnan, Hifni Alifahmi, Zilhadia, Martani Huseini, dan Arief Suditomo menilainya berdasarkan lima kriteria utama: prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi.

Pada akhirnya, penghargaan ini bukan sekadar piala. Ia semakin mempertegas komitmen PTSI untuk konsisten menjaga kualitas, profesionalisme, dan integritas. Semua itu demi satu tujuan: mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang benar-benar berdaulat dan berdaya saing.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar