PT Surveyor Indonesia (PTSI) baru saja mendapat pengakuan mentereng. Perusahaan BUMN itu menyabet penghargaan Excellence in National Assurance Services 2026 dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year (ITAY) 2026. Intinya, penghargaan ini mengapresiasi peran krusial PTSI dalam memperkuat sistem jaminan mutu nasional, yang ujung-ujungnya mendongkrak daya saing industri Indonesia di kancah global.
Lantas, apa yang membuat mereka layak dapat penghargaan? Ternyata, keterlibatan PTSI dalam berbagai Proyek Strategis Nasional cukup luas. Mereka terjun di sektor energi, perdagangan, industri, sampai infrastruktur. Lewat serangkaian layanan inspeksi, audit, verifikasi, dan sertifikasi, mereka memastikan proyek-proyek besar itu berjalan sesuai standar, transparan, dan akuntabel. Dukungan dari kemitraan dengan berbagai kementerian, BUMN, dan industri swasta, ditambah segudang akreditasi nasional dan internasional yang mereka kantongi, semakin memperkuat posisinya. Peran mereka sederhana tapi vital: menjaga mutu pembangunan, meminimalkan risiko kegagalan proyek, dan meningkatkan kepastian kualitas hasil-hasil pembangunan nasional.
Direktur Utama PTSI, MURIANETWORK.COM Wibhiyadi, menyambut penghargaan ini dengan sikap rendah hati. Baginya, ini justru sebuah amanah.
"Tanpa assurance tidak ada trust, dan tanpa trust tidak ada daya saing. Karena itu, PTSI memposisikan diri sebagai Guardian of Assurance, penjaga integritas sistem industri nasional yang memastikan standar tetap terjaga, risiko terkendali, dan tata kelola berjalan akuntabel," ujar MURIANETWORK.COM, Jumat (27/2/2026).
Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) nasional, jangkauan kerja PTSI memang luas. Mereka mendukung tata kelola pemerintahan dan proyek strategis, memperkuat kualitas dan keselamatan industri, hingga berkolaborasi dengan kampus untuk membangun kompetensi profesional. Tak cuma di dalam negeri, peran mereka meluas ke tingkat internasional. Mereka memastikan produk dan sistem Indonesia memenuhi standar global agar bisa diterima dan bersaing di pasar dunia.
Menariknya, PTSI juga tak mau ketinggalan zaman. Beberapa tahun belakangan, mereka gencar melakukan transformasi digital. Strateginya jelas: beralih dari layanan konvensional ke layanan berbasis data dan teknologi cerdas. Mereka memanfaatkan AI, IoT, dan platform digital. Inovasi ini bukan cuma soal efisiensi dan kecepatan, tapi juga menciptakan nilai tambah baru bagi pelanggan dan stakeholder.
Di sisi lain, penguatan kapasitas global juga terus digenjot. Mereka menjalin kerja sama dengan berbagai institusi internasional di bidang teknologi, riset terapan, dan pengembangan standar. Kolaborasi semacam ini membuka akses transfer pengetahuan, perluasan pasar, dan tentu saja peningkatan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Di tingkat nasional, PTSI aktif dalam pengembangan ekosistem halal bersama BPJPH, serta mendorong percepatan SDGs lewat kolaborasi dengan Bappenas dalam gerakan I-SIM.
Artikel Terkait
Warga Citayam Tertangkap Curi Sembako, Selesaikan Kasus dengan Ganti Rugi
Ormas Gebukk Sampaikan Dukungan dan Masukan ke Kodim Yogyakarta untuk Jaga Stabilitas Kota
Operasi Pekat Maung 2026 Polda Banten Sita 7.471 Botol Miras Ilegal
Wamendagri Kawal Progres Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Pegunungan