Dalam suasana buka puasa bersama di Pekanbaru, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan pesan penting. Polri, tegasnya, sama sekali tidak anti kritik. Justru sebaliknya, lembaganya membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi semua elemen masyarakat.
“Kami terbuka, mau dikritik silakan dikritik. Kami sangat terbuka untuk berdialog dan menerima kritikan serta masukan,” ujar Herry, Selasa (24/2/2026) lalu.
Pernyataan itu disampaikannya di hadapan perwakilan mahasiswa dari Cipayung Plus, berbagai Organisasi Kepemudaan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau. Menurutnya, kritik itu diterima asalkan sesuai fakta. Ia lantas menyinggung sebuah kasus yang sempat viral.
“Kemarin kita dikritik 110 tidak merespons, ternyata tidak pernah melaporkan ke 110 dan ternyata korban jatuh sendiri bukan tabrak lari, ada CCTV-nya,” jelas jenderal bintang dua itu, memberi contoh.
Di momentum Ramadan ini, Kapolda mengajak para mahasiswa merenung. Nilai-nilai positif seperti kesabaran dan kepedulian yang diasah di bulan suci, katanya, harus jadi landasan membangun harmoni. Bukan cuma antar sesama, tapi juga dengan alam sekitar.
“Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam membangun hubungan harmonis antara kita semua sesama manusia dan juga dengan alam dan lingkungan,” jelas Herry.
Artikel Terkait
Warga Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba di Rohil, Kendaraan Dibakar
Kemacetan Parah Landa Kawasan Lapangan Banteng Imbas Gelaran Lebaran Betawi
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern