Suasana di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, mendadak panas Jumat lalu. Ratusan warga, kebanyakan ibu-ibu, bergerak memadati sebuah rumah bertingkat milik seorang pria berinisial A. Aksi mereka spontan, berawal dari rasa jengkel yang sudah lama tertahan melihat peredaran narkoba yang kian merajalela di lingkungan mereka.
Video yang beredar luas di media sosial menangkap kemarahan itu. Massa tak cuma berorasi. Emosi yang meluap-luap berubah jadi aksi fisik. Pagar besi rumah itu dijebol, sementara lemparan benda-benda berhamburan menghantam bangunan. Situasi benar-benar tak terkendali.
Tak berhenti di situ, amarah warga juga tertuju pada kendaraan di halaman. Satu sepeda motor dilemparkan begitu saja ke dalam parit. Tiga motor lainnya ditumpuk dan dirusak di luar rumah. Kerusuhan ini terus berlanjut, bahkan hingga malam tiba. Puncaknya, barang-barang milik penghuni rumah itu dibakar oleh massa.
Di tengah keriuhan, ada momen yang bikin pilu. Seorang warga menangis histeris. Suaranya tercekat saat ia bercerita tentang anaknya, yang masa depannya hancur lebur karena jerat narkoba yang diduga kuat bersumber dari lingkungan itu sendiri. Orasi warga punya satu tuntutan jelas: polisi harus bertindak tegas, bongkar jaringan narkoba di wilayah mereka.
Melihat situasi makin runyam, Camat Pasir Limau Kapas, Yahya, turun langsung. Dia berusaha meredam, meminta warga tenang dan menghindari tindakan anarkis.
"Terkait penyakit masyarakat, mari kita percayakan kepada petugas yang berwenang untuk menanganinya,"
ujar Yahya, mencoba menenangkan situasi.
Di sisi lain, pihak kepolisian pun angkat bicara. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pandra, mengaku telah memantau kejadian ini. Dia menegaskan bahwa tuntutan warga akan ditindaklanjuti. Penyidikan mendalam soal dugaan peredaran narkoba di lokasi itu akan segera dilakukan. Harapannya, langkah ini bisa meredakan gejolak sekaligus menjaga keamanan agar tetap kondusif.
Aksi warga di Rokan Hilir ini mungkin cuma satu dari sekian banyak luapan kekesalan masyarakat. Mereka sudah lelah, dan rasa frustasi itu akhirnya meledak menjadi aksi massa yang viral. Sekarang, semua mata tertuju pada tindak lanjut aparat.
Artikel Terkait
Kesejahteraan Dosen Dinilai Memprihatinkan, Anggota DPR Dukung Judicial Review UU Guru dan Dosen di MK
Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Siaran Langsung TikTok Berpocong yang Resahkan Warga
PDAM Makassar Matikan Aliran Air 24 Jam di 17 Wilayah Akibat Perbaikan Pipa Bocor
Polisi: Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD di Makassar Kecanduan Film Porno dan Narkoba