Menanam mangrove dan tanaman pesisir lain dinilainya sebagai benteng alami. Langkah preventif untuk cegah abrasi dan bencana lingkungan. Upaya ini sudah dimulai Desember tahun lalu, penanaman hampir capai dua juta bibit. Tahun ini, targetnya harus lebih tinggi lagi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan bahwa aksi ini adalah tindak lanjut Surat Edaran Gubernur.
katanya.
Ia juga memaparkan perkembangan terbaru. Saat ini, pengolahan sampah berbasis RDF sudah berjalan di Cilacap, Banyumas, dan Magelang. Sementara di Kota Surakarta, sampah sudah diubah menjadi energi listrik. Kolaborasi antar daerah juga digiatkan untuk mengubah TPA lama menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, termasuk kerja sama pemanfaatan RDF dengan industri semen.
Intinya, melalui Gerakan Jateng ASRI, Pemprov ingin mendorong transformasi pengelolaan sampah sekaligus mengajak masyarakat terlibat aktif.
Di lapangan, selain andalkan alat berat untuk timbunan besar, ratusan peserta lain menyisir pantai secara manual. Mereka memungut, memilah, lalu memasukkan sampah ke dalam karung-karung untuk diangkut. Suasana terlihat semangat meski terik matahari mulai menyengat.
Kegiatan ini dihadiri Sekda Provinsi Jawa Tengah, jajaran Forkopimda, serta Bupati Batang beserta Forkopimda setempat. Sementara kepala daerah dari 35 wilayah lain bergabung secara daring. Pesertanya sendiri sangat beragam; datang dari unsur TNI, Polri, kampus, badan usaha, ormas, relawan, mahasiswa, hingga warga biasa yang peduli.
Artikel Terkait
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara