Lalu, ada soal target. NTT membidik 37 medali emas. Sebuah angka yang, jujur saja, sangat tinggi. Apalagi waktu yang tersisa untuk mempersiapkan atlet benar-benar terbatas. Hitung-hitungan efektifnya cuma sekitar 24 bulan dari sekarang.
Karena itu, dalam rapat tersebut, baik Ketua maupun Wakil Ketua Umum KONI NTT meminta semua pengurus cabang olahraga segera bergerak cepat. Pemetaan atlet, pemusatan latihan, hingga program pembinaan berjenjang harus segera dirancang dan dijalankan.
Namun begitu, komitmen pendanaan tampaknya mulai jelas. Pemerintah Provinsi NTT dikabarkan telah menyiapkan anggaran khusus dari APBD untuk persiapan PON ini. Totalnya mencapai Rp250 miliar, yang akan dicairkan secara bertahap mulai tahun ini. Kabupaten dan kota diimbau untuk ikut mengalokasikan dana pendukung, agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal tanpa kendala biaya.
Langkah anggaran ini tentu menjadi sinyal positif. NTT terlihat serius, bukan cuma jadi tuan rumah, tapi juga meraih prestasi. Tapi ya, jalan masih panjang. Dengan target tinggi dan waktu yang terus bergulir, KONI NTT jelas sedang berpacu dengan detik.
Rapat strategis itu sendiri dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTT yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI NTT, Johni Asadoma. Hadir dalam pertemuan itu jajaran pengurus lengkap, mulai dari Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, para Ketua Bidang, hingga perwakilan KONI kabupaten/kota se-NTT. Sebagian mengikuti via Zoom.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Dua Pengendara Motor Luka-luka Akibat Tabrakan di Ruas Jakarta-Bogor
Majikan di Bogor Ditahan Usai Aniaya ART, Korban Masih Perlu Perawatan
Nasdem Dorong Situs Patiayam Kudus Jadi Cagar Budaya Nasional
Undangan Nikah Beredar, Virgoun Dikabarkan Akan Menikah dengan Lindi