Itu belum semuanya. Menurut Ali, ada efek samping lain yang perlu diwaspadai. Kafein bisa bikin kita terjaga, dan ini berpotensi mengacaukan siklus tidur. Padahal, di Ramadan, pola istirahat yang baik itu sangat krusial. Belum lagi soal kebiasaan manis-manis. Menambahkan gula berlebihan ke dalam cangkir kopi atau teh jelas bisa memicu masalah kesehatan lain jika tidak dikontrol.
Lalu, bagaimana dengan kopi susu atau teh susu yang sedang tren? Ali menjelaskan, mencampurkan susu memang tidak serta-merta menghilangkan gizinya. Hanya saja, kandungan susunya jadi tidak lagi dominan. Fungsinya lebih sebagai penyeimbang rasa ketimbang sumber nutrisi utama.
Melihat berbagai risiko itu, Ali punya saran yang lebih aman.
"Oleh karena itu memang saya lebih menganjurkan kalau ketika anda sahur, ketika anda berbuka itu minum cairan-cairan lain, mungkin dampak terhadap problem yang dihadapi tidak terlalu besar," ujarnya.
Jadi, apa solusinya? Sederhana saja. Coba utamakan air putih. Atau, kalau butuh sesuatu yang lebih, cairan elektrolit alami seperti dari buah-buahan bisa jadi pilihan yang jauh lebih bersahabat dengan tubuh yang sedang berpuasa. Dengan begitu, kebugaran dan pola istirahat kita bisa lebih terjaga selama bulan suci ini. Intinya, pilih yang tepat agar ibadah puasa berjalan lancar tanpa gangguan.
Artikel Terkait
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
Marseille Kalahkan Metz 3-1, Pacu ke Posisi Tiga Klasemen Ligue 1