Di sisi lain, untuk menopang kehidupan sehari-hari, penyintas juga akan mendapat stimulus ekonomi Rp 5 juta plus bantuan perabotan rumah senilai Rp 3 juta. Belum lagi bantuan jaminan hidup harian sebesar Rp 15.000.
Tito berharap semua ini bisa segera direalisasikan. Targetnya, agar para penyintas tak lagi berpeluh memikirkan kebutuhan pokok saat menjalani Ramadan nanti. Untuk mencapainya, ia mengajak pemerintah daerah dan BPS untuk bergerak cepat. Validasi data harus dipangkas, birokrasi diperlancar.
Dengan koordinasi yang lebih ketat, harapannya jelas: bantuan tepat waktu, pemulihan pun bisa berjalan lebih cepat. Kehidupan mereka yang terdampak bencana harus segera kembali berdenyut.
Rapat penting itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat puncak. Tampak hadir Menko PMK Pratikno, Mensos Saifullah Yusuf, Wamenhut Rohmat Marzuki, hingga Kepala BNPB Suharyanto. Dari BPS ada Amalia Adininggar Widyasanti, sementara Wagub Aceh Fadhlullah juga hadir mewakili daerah. Mereka semua duduk bersama, mencari solusi terbaik di tengah situasi yang sulit.
Artikel Terkait
Marseille Kalahkan Metz 3-1, Pacu ke Posisi Tiga Klasemen Ligue 1
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia