Di sisi lain, untuk menopang kehidupan sehari-hari, penyintas juga akan mendapat stimulus ekonomi Rp 5 juta plus bantuan perabotan rumah senilai Rp 3 juta. Belum lagi bantuan jaminan hidup harian sebesar Rp 15.000.
Tito berharap semua ini bisa segera direalisasikan. Targetnya, agar para penyintas tak lagi berpeluh memikirkan kebutuhan pokok saat menjalani Ramadan nanti. Untuk mencapainya, ia mengajak pemerintah daerah dan BPS untuk bergerak cepat. Validasi data harus dipangkas, birokrasi diperlancar.
Dengan koordinasi yang lebih ketat, harapannya jelas: bantuan tepat waktu, pemulihan pun bisa berjalan lebih cepat. Kehidupan mereka yang terdampak bencana harus segera kembali berdenyut.
Rapat penting itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat puncak. Tampak hadir Menko PMK Pratikno, Mensos Saifullah Yusuf, Wamenhut Rohmat Marzuki, hingga Kepala BNPB Suharyanto. Dari BPS ada Amalia Adininggar Widyasanti, sementara Wagub Aceh Fadhlullah juga hadir mewakili daerah. Mereka semua duduk bersama, mencari solusi terbaik di tengah situasi yang sulit.
Artikel Terkait
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara