Mulai Selasa depan, suasana hening akan menyelimuti kawasan Baduy Dalam. Untuk tiga bulan ke depan, akses bagi wisatawan benar-benar ditutup. Penutupan ini terkait dengan pelaksanaan ritual adat tahunan mereka yang sangat sakral: Kawalu.
Kabar ini datang langsung dari Oom, Kepala Desa Adat Kanekes. Menurutnya, Kawalu bukan sekadar acara biasa. Ini adalah prosesi sakral yang menjadi puncak syukur usai musim panen, dan dilaksanakan dengan ketat serta tertutup dari publik.
"Kawalu itu ritual adat yang sifatnya sakral dan tertutup. Ini bagian dari rangkaian upacara adat setelah musim panen," jelas Oom via telepon, Kamis lalu.
Intinya, selama tiga bulan itu, jangan berharap bisa menjelajahi Baduy Dalam. Larangannya mutlak untuk wisatawan dan masyarakat umum.
Artikel Terkait
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Warga di Aliran Sungai Sukabumi
Prabowo Beri Sinyal Reshuffle, Menteri Tak Paham Pasal 33 Dianggap Ancaman Kedaulatan
25 Arca Hindu-Buddha di ITB: Kisah Penyelamatan dari Genggaman Kolektor Kolonial
Tito Karnavian Pimpin Rapat Darurat, Petakan Pemulihan Pascabencana di Tiga Provinsi