Mulai Selasa depan, suasana hening akan menyelimuti kawasan Baduy Dalam. Untuk tiga bulan ke depan, akses bagi wisatawan benar-benar ditutup. Penutupan ini terkait dengan pelaksanaan ritual adat tahunan mereka yang sangat sakral: Kawalu.
Kabar ini datang langsung dari Oom, Kepala Desa Adat Kanekes. Menurutnya, Kawalu bukan sekadar acara biasa. Ini adalah prosesi sakral yang menjadi puncak syukur usai musim panen, dan dilaksanakan dengan ketat serta tertutup dari publik.
"Kawalu itu ritual adat yang sifatnya sakral dan tertutup. Ini bagian dari rangkaian upacara adat setelah musim panen," jelas Oom via telepon, Kamis lalu.
Intinya, selama tiga bulan itu, jangan berharap bisa menjelajahi Baduy Dalam. Larangannya mutlak untuk wisatawan dan masyarakat umum.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi
Waspada Cuaca Berubah-ubah, Makassar Berpotensi Hujan Siang hingga Malam
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi OTT
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati