Mulai Selasa depan, suasana hening akan menyelimuti kawasan Baduy Dalam. Untuk tiga bulan ke depan, akses bagi wisatawan benar-benar ditutup. Penutupan ini terkait dengan pelaksanaan ritual adat tahunan mereka yang sangat sakral: Kawalu.
Kabar ini datang langsung dari Oom, Kepala Desa Adat Kanekes. Menurutnya, Kawalu bukan sekadar acara biasa. Ini adalah prosesi sakral yang menjadi puncak syukur usai musim panen, dan dilaksanakan dengan ketat serta tertutup dari publik.
"Kawalu itu ritual adat yang sifatnya sakral dan tertutup. Ini bagian dari rangkaian upacara adat setelah musim panen," jelas Oom via telepon, Kamis lalu.
Intinya, selama tiga bulan itu, jangan berharap bisa menjelajahi Baduy Dalam. Larangannya mutlak untuk wisatawan dan masyarakat umum.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan