Raisa dan Hamish Daud Buka Suara Soal Perceraian, Ini 3 Poin Pernyataan Resmi Mereka
Pasangan selebriti Raisa dan Hamish Daud akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai perceraian mereka. Pernyataan ini diunggah melalui akun Instagram masing-masing pada hari Minggu, 26 Oktober. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai isi pernyataan dan proses hukum perceraian mereka.
Pernyataan Resmi Raisa Hamish tentang Keputusan Cerai
Dalam pernyataannya, Raisa dan Hamish Daud mengungkapkan beberapa poin penting yang menjadi dasar keputusan mereka untuk berpisah.
1. Hasil Pemikiran dan Pertimbangan Panjang
Keduanya menegaskan bahwa keputusan untuk bercerai bukanlah keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. "Setelah melalui banyak pertimbangan dan pemikiran panjang, kami memilih untuk menempuh jalan kami masing-masing," tulis mereka. Proses ini telah berlangsung cukup lama dalam ruang pribadi sebelum akhirnya diumumkan kepada publik.
2. Keputusan Bersama yang Matang
Raisa dan Hamish menekankan bahwa perceraian ini merupakan keputusan bersama. Mereka juga menyatakan bahwa selama proses tersebut, mereka tetap berusaha saling memahami kebutuhan satu sama lain dan menjaga hubungan dengan sebaik-baiknya.
3. Komitmen Menjalin Hubungan Baik dan Co-Parenting
Meski berpisah sebagai pasangan suami istri, hubungan di antara mereka tetap baik. Poin terpenting yang ditekankan adalah komitmen mereka sebagai orang tua. "Yang tidak akan berubah adalah cinta kami kepada Zalina," bunyi pernyataan tersebut. Mereka berjanji untuk terus hadir bersama sebagai co-parents yang baik untuk memastikan anak mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.
Proses Hukum Perceraian Raisa dan Hamish Daud
Gugatan cerai telah resmi didaftarkan oleh Raisa di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 22 Oktober 2025. Pasangan yang menikah pada 3 September 2017 ini telah menjalani rumah tangga selama delapan tahun dan dikaruniai satu orang anak perempuan. Sidang perdana perceraian ini dijadwalkan akan digelar pada 3 November 2025 di pengadilan yang sama.
Kedua pihak berharap dapat menemukan kedamaian masing-masing dan terus bertumbuh sebagai individu, sebagai orang tua bagi Zalina, dan sebagai profesional di bidang mereka.
Artikel Terkait
Pramono Anung Apresiasi Peran Gereja Katedral Jaga Kerukunan dan Kedamaian Jakarta
Indeks Harga Pangan Dunia Naik Tiga Bulan Beruntun, Dipicu Energi dan Konflik Timur Tengah
BMKG Deteksi Siklon Tropis Hagupit di Pasifik Utara Papua, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
ADB Komitmenkan Dana Rp520 Triliun untuk Pembangunan ASEAN Hingga 2030