Hizbullah Klaim 13 Serangan ke Pasukan Israel di Lebanon Selatan sebagai Balasan atas Eskalasi Agresi

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:45 WIB
Hizbullah Klaim 13 Serangan ke Pasukan Israel di Lebanon Selatan sebagai Balasan atas Eskalasi Agresi

Kelompok Hizbullah menyatakan telah melancarkan 13 serangan terhadap pasukan dan instalasi militer Israel sebagai respons atas eskalasi agresi Israel di Lebanon selatan. Dalam serangkaian pernyataan terpisah, kelompok tersebut mengklaim para pejuangnya menargetkan konsentrasi tentara Israel, kendaraan militer, dan sejumlah posisi strategis di Lebanon selatan dengan menggunakan drone, peluru artileri, dan senjata berpemandu.

Mengacu pada laporan yang beredar, serangan itu disebut menyasar sebuah buldoser militer Israel di kota Deir Siryan, dua tank Merkava di kota al-Bayyada dan Bint Jbeil, serta platform Iron Dome di dekat lokasi Jal al-Allam. Selain itu, pusat komando di al-Bayyada dan tiga kelompok tentara beserta kendaraan Israel di kota Shamaa, Deir Siryan, dan kawasan segitiga Alman al-Qusayr juga menjadi target.

Hizbullah menegaskan bahwa rangkaian serangan tersebut dilakukan untuk membela Lebanon dan rakyatnya. Langkah ini juga disebut sebagai respons langsung terhadap pelanggaran gencatan senjata dan serangan Israel yang terus terjadi ke desa-desa di Lebanon selatan.

Sementara itu, dalam beberapa pekan terakhir, penggunaan drone serat optik oleh Hizbullah terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan menjadi tantangan baru. Jenis drone ini dinilai sulit dideteksi oleh sistem pertahanan Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menggambarkan drone tersebut sebagai ancaman besar dan mendesak militernya untuk segera mengambil langkah antisipasi.

Di sisi lain, situasi di lapangan masih memanas meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei. Militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan harian serta melakukan penghancuran rumah secara luas di puluhan desa, sebuah pola yang mengingatkan pada kehancuran berkepanjangan di Gaza.

Berdasarkan data resmi terbaru, agresi Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 2.727 orang dan melukai 8.438 lainnya. Lebih dari 1,6 juta warga terpaksa mengungsi, angka yang setara dengan sekitar seperlima dari total populasi negara tersebut. Israel juga masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk area yang telah dikuasainya selama puluhan tahun dan wilayah lain sejak perang 2023-2024, dengan pergerakan pasukan sekitar 10 kilometer masuk ke perbatasan selatan selama konflik berlangsung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar