Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka

- Selasa, 24 Februari 2026 | 06:00 WIB
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka

Kalau bicara Ramadan, hampir mustahil tidak teringat kurma. Buah kecil berwarna cokelat gelap itu seolah jadi ikon bulan puasa. Rasanya manis, legit, dan langsung mengingatkan kita pada waktu berbuka yang dinanti. Makanya, tak mengherankan kalau buah asal Timur Tengah ini selalu ada di meja makan, dari rumah ke rumah.

Di balik rasanya yang khas, kurma ternyata menyimpan segudang nutrisi. Gula alaminya, misalnya, tidak langsung melonjakkan kadar gula darah kalau dimakan secukupnya. Ditambah lagi, ada beragam vitamin dan mineral yang bikin tubuh tetap berenergi selama menahan lapar seharian.

Nah, apa saja sih sebenarnya manfaat spesifik kurma selama Ramadan? Mari kita lihat.

Pertama, bikin kenyang lebih lama. Ini berkat serat larutnya yang menyerap air dan memperlambat pencernaan. Makanya, makan beberapa butir saat sahur bisa membantu menahan lapar sampai waktu berbuka tiba. Tubuh juga nggak gampang lemas.

Kedua, pencernaan jadi lebih lancar. Pola makan yang berubah selama puasa kadang bikin perut ‘kaget’ dan sembelit mengintai. Untungnya, serat tinggi dalam kurma bisa jadi solusi alami untuk menjaga kesehatan usus. Asal jangan kebanyakan, ya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar