Kalau bicara Ramadan, hampir mustahil tidak teringat kurma. Buah kecil berwarna cokelat gelap itu seolah jadi ikon bulan puasa. Rasanya manis, legit, dan langsung mengingatkan kita pada waktu berbuka yang dinanti. Makanya, tak mengherankan kalau buah asal Timur Tengah ini selalu ada di meja makan, dari rumah ke rumah.
Di balik rasanya yang khas, kurma ternyata menyimpan segudang nutrisi. Gula alaminya, misalnya, tidak langsung melonjakkan kadar gula darah kalau dimakan secukupnya. Ditambah lagi, ada beragam vitamin dan mineral yang bikin tubuh tetap berenergi selama menahan lapar seharian.
Nah, apa saja sih sebenarnya manfaat spesifik kurma selama Ramadan? Mari kita lihat.
Pertama, bikin kenyang lebih lama. Ini berkat serat larutnya yang menyerap air dan memperlambat pencernaan. Makanya, makan beberapa butir saat sahur bisa membantu menahan lapar sampai waktu berbuka tiba. Tubuh juga nggak gampang lemas.
Kedua, pencernaan jadi lebih lancar. Pola makan yang berubah selama puasa kadang bikin perut ‘kaget’ dan sembelit mengintai. Untungnya, serat tinggi dalam kurma bisa jadi solusi alami untuk menjaga kesehatan usus. Asal jangan kebanyakan, ya.
Artikel Terkait
MRP Papua Tengah Desak Pemerintah Ubah Pendekatan Keamanan di Papua
Mediasi Rachel Vennya dan Okin Mulai Berjalan, Ada Titik Terang Damai
Dewi Perssik Laporkan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Akun Palsu ke Polda Metro Jaya
Premanisme di Tanah Abang: Pedagang Bakso Jadi Sasaran, Polda Metro Jaya Janji Tindak Tegas