Tanggapan datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPR, Ahmad Yohan, menyusul pernyataan tegas Hashim Djojohadikusumo. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki lahan kelapa sawit di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat. Bagi Yohan, klarifikasi ini jelas kabar baik.
"Tentu ini kabar baik," ujar Yohan, Rabu (24/12/2025).
Dia melanjutkan, dengan begitu presiden dianggapnya tak punya beban dalam upaya menertibkan kawasan hutan.
Politikus PAN ini menegaskan, dukungan dari pihaknya akan terus mengalir untuk langkah pemerintah menindak perusahaan-perusahaan ilegal. Perusahaan macam itu, dalam pandangannya, sudah terlalu lama merusak kawasan hutan kita.
"Dalam hal ini kami akan selalu dan terus mendukung presiden untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan ilegal yang telah merusak kawasan hutan kita," tegasnya.
Yohan juga melihat bukti komitmen nyata dari Prabowo. Caranya? Dengan membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH. Menurutnya, satgas ini bukan sekadar wacana. Ia sudah berjalan dan hasilnya nyata: jutaan hektare hutan yang sebelumnya dikuasai secara ilegal berhasil diselamatkan.
"Dan komitmen ke arah sana sudah sangat jelas telah dibuktikan presiden dengan membentuk Satgas PKH," katanya.
Dalam kenyataannya, lanjut Yohan, upaya itu telah mengembalikan jutaan hektare lahan hutan yang dulu dikuasai oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Sapi Kurban Lolos dari Ikatan, Berlari ke Jalan Raya di Ciputat Timur
Lonjakan Permintaan Golok Jelang Iduladha, Kampung Pandai Besi di Bandung Raup Berkah Musiman
Sapi Kurban Mengamuk, Tercebur ke Selokan saat Hendak Diberi Makan di Bogor
Dusun Krajan Banjarnegara Kurban 52 Sapi dan 339 Kambing, Warga Gotong Royong Jadi RPH Dadakan