Dewi Perssik Laporkan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Akun Palsu ke Polda Metro Jaya

- Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB
Dewi Perssik Laporkan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Akun Palsu ke Polda Metro Jaya

Jakarta - Suasana di SPKT Polda Metro Jaya pada 9 April lalu sempat ramai. Bukan karena kasus besar, tapi karena kedatangan seorang artis ternama: Dewi Perssik. Penyanyi dangdut yang karib disapa Depe itu datang bukan untuk urusan biasa. Dia melaporkan dugaan penyelewengan data pribadinya yang dipakai untuk akun media sosial bodong.

Menurut penuturan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, ada oknum yang memanfaatkan data diri Dewi. Tujuannya? Mendapatkan verifikasi centang biru di Facebook. "Si pelaku ini seolah-olah bertindak sebagai klien kami di Facebook. Dari situ, mereka diduga mengambil keuntungan. Hal ini tentu merugikan klien kami," jelas Sandy.

Laporannya sendiri mengacu pada Pasal 35 UU ITE soal manipulasi data. Tapi ini bukan sekadar soal pasal. Bagi Dewi, ini sudah urusan rasa jengah yang memuncak.

"Makanya, memang harus dipenjarain. Dari kemarin, aku terlalu baik dan terus memaafkan. Sudah capek aku," ucap Dewi dengan nada kesal. Rupanya, ini bukan kali pertama dia menghadapi masalah serupa. Namun kali ini, dia benar-benar ingin pelakunya mendapat efek jera. Biar kapok, dan kejadian serupa tak terulang lagi.

Kekhawatiran Dewi sebenarnya cukup konkret. Dia takut akun bodong itu dipakai untuk hal-hal yang bisa merusak nama baiknya. Bayangkan saja kalau akun itu dipakai untuk mengganggu orang, misalnya menghubungi para suami. "Nanti dia menghubungi bapak-bapak yang sudah punya istri pula kan. Ngamuk-ngamuk lah nanti istri seluruh Indonesia ke aku. Kan ramai jadinya. Padahal kan bukan saya yang ada di balik akun itu," tuturnya lagi dengan nada prihatin.

Nah, yang menarik dari kasus ini adalah siapa pelakunya. Dewi punya firasat kuat bahwa orang di balik akun palsu itu bukan orang jauh. Melainkan, seseorang yang pernah dekat dan punya akses ke informasi pribadinya. Bagaimana tidak? Pelaku bisa mengakses data seperti NPWP dan KTP untuk proses verifikasi.

"Aku curiga, ini orang pernah jadi bagian dari tim aku. Intinya, dekatlah sama aku. Enggak mungkin dong dia tahu NPWP dan KTP aku kalau bukan orang yang selalu ada di sekitar aku," papar Dewi Murya Agung nama aslinya dengan keyakinan.

Jadi, ini bukan cuma soal laporan biasa. Ada nuansa pengkhianatan dan kelelahan seorang publik figur yang merasa data dirinya dipermainkan oleh orang yang mungkin pernah dipercaya. Sekarang, tinggal menunggu proses hukum yang akan berjalan. Dewi Perssik tampaknya sudah bulat. Dia tak mau lagi hanya memaafkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar