Kalau bicara Ramadan, hampir mustahil tidak teringat kurma. Buah kecil berwarna cokelat gelap itu seolah jadi ikon bulan puasa. Rasanya manis, legit, dan langsung mengingatkan kita pada waktu berbuka yang dinanti. Makanya, tak mengherankan kalau buah asal Timur Tengah ini selalu ada di meja makan, dari rumah ke rumah.
Di balik rasanya yang khas, kurma ternyata menyimpan segudang nutrisi. Gula alaminya, misalnya, tidak langsung melonjakkan kadar gula darah kalau dimakan secukupnya. Ditambah lagi, ada beragam vitamin dan mineral yang bikin tubuh tetap berenergi selama menahan lapar seharian.
Nah, apa saja sih sebenarnya manfaat spesifik kurma selama Ramadan? Mari kita lihat.
Pertama, bikin kenyang lebih lama. Ini berkat serat larutnya yang menyerap air dan memperlambat pencernaan. Makanya, makan beberapa butir saat sahur bisa membantu menahan lapar sampai waktu berbuka tiba. Tubuh juga nggak gampang lemas.
Kedua, pencernaan jadi lebih lancar. Pola makan yang berubah selama puasa kadang bikin perut ‘kaget’ dan sembelit mengintai. Untungnya, serat tinggi dalam kurma bisa jadi solusi alami untuk menjaga kesehatan usus. Asal jangan kebanyakan, ya.
Lalu, kurma itu sumber energi yang praktis. Pas berbuka, tubuh butuh sesuatu yang cepat mengembalikan tenaga. Kombinasi gula alami, serat, plus mineral seperti kalium dan magnesium dalam kurma bekerja bersama menstabilkan energi. Itulah sebabnya banyak orang memilihnya sebagai takjil pembuka.
Manfaat lain yang sering dilupakan: mendukung daya tahan tubuh. Kurma mengandung senyawa seperti beta-glukan dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas dan diklaim punya potensi antimikroba. Jadi, selain mengenyangkan, ia juga menjaga imunitas.
Terakhir, kurma bisa membantu menstabilkan gula darah. Setelah belasan jam kosong, makan kurma saat berbuka mengembalikan kadar gula secara bertahap. Tapi ingat, para ahli gizi selalu mengingatkan untuk tidak berlebihan. Cukup satu sampai tiga butir saja sudah cukup untuk dapat manfaatnya.
Jadi, selain mengikuti anjuran Nabi, ternyata ada alasan kesehatan yang kuat di balik kebiasaan makan kurma ini. Buah kecil ini memang bertenaga, membantu kita menjalani Ramadan dengan lebih bugar dan bersemangat.
Artikel Terkait
Kim Yo Jong Naik Jabatan dalam Kongres Partai Buruh Korea Utara
BI Sulsel Peringatkan Ancaman Inflasi Pangan Kuartal I-2026 Akibat Cuaca Ekstrem dan Hari Raya Beruntun
Warga Cipayung Cemas, Jembatan Vital Menuju Stasiun Citayam Rusak Parah
Pameran Kendaraan Komersial Internasional GIICOMVEC 2026 Siap Digelar di Jakarta