Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka

- Selasa, 24 Februari 2026 | 06:00 WIB
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka

Lalu, kurma itu sumber energi yang praktis. Pas berbuka, tubuh butuh sesuatu yang cepat mengembalikan tenaga. Kombinasi gula alami, serat, plus mineral seperti kalium dan magnesium dalam kurma bekerja bersama menstabilkan energi. Itulah sebabnya banyak orang memilihnya sebagai takjil pembuka.

Manfaat lain yang sering dilupakan: mendukung daya tahan tubuh. Kurma mengandung senyawa seperti beta-glukan dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas dan diklaim punya potensi antimikroba. Jadi, selain mengenyangkan, ia juga menjaga imunitas.

Terakhir, kurma bisa membantu menstabilkan gula darah. Setelah belasan jam kosong, makan kurma saat berbuka mengembalikan kadar gula secara bertahap. Tapi ingat, para ahli gizi selalu mengingatkan untuk tidak berlebihan. Cukup satu sampai tiga butir saja sudah cukup untuk dapat manfaatnya.

Jadi, selain mengikuti anjuran Nabi, ternyata ada alasan kesehatan yang kuat di balik kebiasaan makan kurma ini. Buah kecil ini memang bertenaga, membantu kita menjalani Ramadan dengan lebih bugar dan bersemangat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar