Di sisi lain, Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, melihat dampak yang lebih luas. Program pelatihan akan dilakukan dengan dua cara: mengirimkan tenaga ahli ke luar negeri, atau mendatangkan pelatih dari Arm langsung ke Indonesia dengan modul khusus.
"Memang akan ada enam industri yang dipilih untuk pengembangan chip ini," kata Rosan.
"Rencananya, 15 ribu engineer kita akan dilatih oleh Arm, baik dengan mengirim mereka ke sini ataupun pengajar mereka yang datang ke Indonesia."
Lalu, enam bidang apa saja yang akan jadi fokus? Menurut Airlangga, keenamnya adalah bidang intellectual property (IP) strategis yang nantinya akan dipegang Indonesia.
"Kita bisa pilih, apakah untuk teknologi otomotif, internet of things, data center, home appliances," jelasnya.
"Dua lagi bisa kita pilih yang lebih futuristik, seperti autonomous vehicle dan quantum computing. Semua masih dibahas dengan Danantara."
Nuansanya terasa. Ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa, tapi sebuah lompatan yang direncanakan matang. Dari London, kabarnya, Prabowo ingin membawa pulang lebih dari sekadar kenangan; ia membawa cetak biru untuk menguasai teknologi masa depan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta
Dari Limbah Gula Merah Bone, Dainichi Kuasai 90% Pasar Indonesia Timur