Insiden ini sendiri terjadi pada Senin pagi, tepatnya pukul 07.15 WIB. Tabrakan adu banteng itu melibatkan bus Transjakarta Bianglala dan bus Mayasari Bakti yang sedang melintas di jalur yang berlawanan arah.
Kasubdit Gakkum Ditlantas, AKBP Ojo Ruslani, memaparkan kronologi awal. Sopir bus Bianglala, si Y, mengarah dari Kebayoran ke Cipulir. Sementara bus Mayasari Bakti yang dikemudikan A, menuju arah sebaliknya.
Hasil pemeriksaan sementara cukup mengejutkan. Pengemudi Y mengaku tertidur sejenak saat mengemudikan busnya.
"Y mengakui tertidur saat mengemudi, akibatnya kendaraannya masuk jalur yang berlawanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng," tutur Ojo.
Akibat kelalaian sesaat itu, bus pun oleng dan nahas. Tabrakan tak terhindarkan, menghentak puluhan penumpang yang sedang dalam perjalanan pagi itu.
Artikel Terkait
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua
Yusril Tegaskan Kasus Siram Air Keras Bukan Tindakan Terorisme
Partai Perindo Salurkan Bantuan Air dan Mie Instan untuk Korban Gempa Ternate
DPR Ingatkan UU: Wacana War Ticket Haji Bertentangan dengan Sistem Pendaftaran