Gunungan sampah di kota-kota besar, terutama di Jakarta dan Bali, memang sudah jadi pemandangan yang memprihatinkan. Menanggapi hal ini, pemerintah melalui Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, menyatakan sedang menyiapkan sejumlah langkah konkret. Targetnya jelas: mengatasi tumpukan sampah yang selama ini cuma ditimbun begitu saja.
“2 tahun lagi kita akan melihat hasil nyata perubahan besar,” tegas Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Senin lalu.
“Terutama yang besar-besar itu yang open dumping seperti Bantar Gebang, (seperti yang) di Bali, ya 2027 akhir atau 2028 awal ini bisa kita selesaikan.”
Menurutnya, solusi utama yang digenjot adalah penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WTE). Teknologi PSEL ini rencananya bakal dibangun di 33 kota. Kalau semua berjalan mulus, proyek ambisius ini diharapkan bisa mengurangi beban sampah nasional hingga 20 persen. Itu pun masih harus menunggu hingga akhir 2027 untuk benar-benar beroperasi penuh.
Namun begitu, Zulhas mengakui bahwa teknologi canggih seperti PSEL tidak bisa diterapkan di semua tempat. Untuk daerah pedesaan atau wilayah yang sulit dijangkau, pemerintah punya skema lain. Ada empat model penanganan yang disiapkan.
“Ada empat kategori, TPST non-RDF, ada TPST RDF, ada TPS3R ada pengolah organik dari sumbernya atau dari masyarakat langsung,” jelasnya.
Nah, agar alat-alat pengolahan sampah itu mudah diakses, rencananya dalam sebulan ke depan semuanya akan dimasukkan ke dalam e-katalog. Masyarakat atau pemerintah daerah yang membutuhkan bisa membeli atau memanfaatkannya dari sana. Di sisi lain, pemerintah juga berjanji akan lebih tegas. Penegakan hukum terhadap praktik open dumping yang masih bandel akan dilakukan secara konsisten.
Langkah-langkah ini, seperti diungkapkan Zulhas, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai persoalan sampah adalah masalah yang sangat mendesak untuk diatasi. Jadi, selain mengandalkan teknologi, ada juga niatan untuk memperketat aturan. Semua demi perubahan yang dijanjikan dalam dua tahun ke depan itu benar-benar terwujud.
Artikel Terkait
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka
Kadin Sumut Apresiasi Capaian Satu Tahun Pemerintahan Bobby-Surya
Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Pasar Rebo Purwakarta Dini Hari
Menteri Keuangan Israel Ultimatum Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Pendudukan Gaza