Dari seberang perbatasan, Presiden AS Donald Trump ikut bersuara. Meski belum memberi pernyataan resmi soal kematian El Mencho, dia memposting di Truth Social.
"Meksiko harus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi Kartel dan Narkoba!" tulisnya.
Kini, meski kekerasan terlihat mereda, suasana tegang masih menggantung. Meksiko tetap dalam status siaga tinggi. Pemerintah bahkan mengerahkan 2.500 tentara tambahan ke Jalisco negara bagian yang rencananya akan jadi tuan rumah beberapa pertandingan Piala Dunia nanti musim panas.
Ibu kota Jalisco, Guadalajara, yang biasanya ramai, berubah jadi kota hantu di hari Senin. Jalan-jalan nyaris kosong. Sekolah, toko, apotek, hingga pom bensin tutup total. Semua acara publik dibatalkan, angkutan umum berhenti beroperasi.
Maria Medina merasakan langsung terornya. Dia bekerja di sebuah pom bensin yang akhirnya dibakar. "Orang-orang bersenjata itu tiba-tiba muncul," kenangnya.
"Mereka menyuruh semua orang keluar. Saya pikir kami akan diculik. Saya lari sekencang-kencangnya ke sebuah warung taco dan bersembunyi di sana bersama orang lain," tutur Medina kepada AFP.
Kekerasan tidak hanya terpusat. Kota wisata populer seperti Puerto Vallarta juga dilanda. Bahkan menjalar ke negara bagian tetangga, Michoacan, di mana kartel pimpinan Oseguera sebelumnya sudah terlibat perang berdarah melawan koalisi geng saingan. Kini, dendam itu meledak lebih hebat.
Artikel Terkait
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai