Kakorlantas Resmikan Gedung RTMC Jambi, Tekankan Pelayanan dan Persiapan Operasi Ketupat

- Selasa, 24 Februari 2026 | 00:45 WIB
Kakorlantas Resmikan Gedung RTMC Jambi, Tekankan Pelayanan dan Persiapan Operasi Ketupat

Jakarta - Gedung Road Traffic Management Center (RTMC) milik Ditlantas Polda Jambi akhirnya diresmikan. Acara itu dihadiri langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho. Tak sekadar meresmikan, agenda tersebut juga menjadi momen penyerahan bantuan operasional untuk mendukung transformasi digital kepolisian lalu lintas di daerah.

Irjen Agus membuka sambutannya dengan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Suasana di gedung baru itu terasa cukup khidmat. Usai menyampaikan salam, jenderal bintang dua itu lantas menyerahkan dua unit kendaraan operasional dan lima perangkat ETLE Mobile Handheld Presisi. Alat canggih itu diharapkan bisa memperkuat tugas pengawasan di lapangan.

Namun begitu, Agus Suryonugroho mengingatkan satu hal penting. Menurutnya, kecanggihan teknologi saja tidak cukup. Harus ada perubahan kultur dari para personel di lapangan. Polantas, tegasnya, harus benar-benar hadir untuk melayani masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Polantas harus menyapa dan melayani masyarakat dengan hati. Ingat, senyum Polantas adalah marka utama,"

ujarnya di Gedung RTMC Polda Jambi, Kamis (12/2/2026).

Di sisi lain, ia menyoroti angka fatalitas kecelakaan. Data nasional menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Angka korban jiwa turun dari 26.000 di tahun 2024 menjadi 23.300 pada 2026. Meski demikian, Agus menegaskan bahwa pekerjaan belum usai. Keselamatan masyarakat harus tetap jadi prioritas nomor satu.

Persiapan menyambut Operasi Ketupat 2026 pun sudah digeber. Beberapa waktu sebelumnya, tepatnya Senin (23/2), Irjen Agus bersama Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar dan sejumlah stakeholder sudah blusukan ke Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino. Mereka meninjau dari Gerbang Tol Pijauan hingga Exit GT Sebapo. Tujuannya jelas: memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik di jalur Trans Sumatera.

Menurut pengamatan Kakorlantas, kondisi jalur Trans Sumatera secara umum cukup terkendali. Hanya saja, masih banyak kendaraan berat yang beroperasi. Ia berharap, saat puncak mudik nanti, kendaraan over dimensi seperti sumbu tiga bisa berhenti beroperasi sementara.

"Saya lihat (jalur) Trans Sumatra cukup terkendali, tetapi masih banyak kendaraan yang masih beroperasi. Mudah-mudahan nanti pada saat Operasi Ketupat, kendaraan yang over dimensi tidak melakukan operasional. Karena kita harus mengedepankan rekan-rekan dan saudara kita yang sedang mudik dan balik,"

kata Agus.

Keberadaan Tol Trans Sumatera, diakuinya, punya peran strategis. Data traffic counting menunjukkan volume kendaraan di ruas tol itu bisa mencapai 5.000 kendaraan per harinya. Artinya, beban di jalur arteri biasa bisa terbagi. Kapasitas lalu lintas jadi lebih optimal dan diharapkan mampu memperlancar perjalanan para pemudik yang menuju Palembang, Riau, atau Padang.

"Adanya Trans Sumatera dan tol ini sangat strategis. Karena tadi saya cek bahwa traffic counting itu satu hari sampai 5.000 kendaraan untuk tol. Artinya, ketika kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri, sekarang bisa dibagi dengan adanya tol ini. Sehingga kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti,"

tutur Irjen Agus.

Untuk pelaksanaan operasi nanti, komando di wilayah Jambi akan dipimpin langsung oleh Kapolda setempat, Irjen Krisno H Siregar. Semua detail, mulai dari penempatan pos pengamanan, pos pelayanan, hingga penyebaran personel akan dipersiapkan secara matang. Bahkan, latihan dan simulasi skenario operasi juga akan digelar.

"Jadi ini sangat strategis. Operasi Ketupat nanti yang ada di Jambi langsung dipimpin oleh Pak Kapolda. Tentunya nanti penempatan pospam, pos pengamanan, termasuk penempatan anggota akan dipersiapkan dengan baik. Saya yakin nanti ada latihan operasi yang akan disimulasikan,"

ungkapnya.

"Skenario-skenario disiapkan untuk meyakinkan bahwa negara hadir untuk menjamin selama Operasi Ketupat itu harkamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga,"

pungkas Kakorlantas.

Kapolda Jambi, Irjen Krisno H Siregar, menyambut baik kunjungan dan dukungan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan Korlantas ini memberi motivasi lebih bagi jajarannya untuk bekerja profesional, terutama menyongsong mudik Lebaran 2026.

Ia menjelaskan, Gedung RTMC yang baru diresmikan ini akan berfungsi sebagai 'otak' pengawasan lalu lintas di Jambi. Bukan cuma sekadar kantor biasa, gedung ini adalah pusat analisis informasi. Jaringan kameranya sudah terpasang di sejumlah kabupaten untuk mitigasi kecelakaan. Bahkan, teknologi yang ada juga bisa dipakai untuk menangani kriminalitas di jalanan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar