KPK mendesak untuk segera mengirim penyidiknya ke Arab Saudi. Tujuannya? Menyelidiki kasus kuota haji tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam jumpa pers Jumat lalu.
Menurut Asep, tim yang berangkat nanti punya tugas spesifik: mengecek langsung fasilitas haji di sana. "Jadi kita akan membuktikan atau akan mencari informasi apakah fasilitas yang di sana itu memang benar tersedia," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan nada yang cukup tegas. Logikanya sederhana.
"Karena kami memiliki pemahaman bahwa ketika negara, dalam hal ini Arab Saudi, memberikan kuota, sudah pasti sudah siap dengan fasilitasnya," lanjut Asep.
Faktanya, saat ini tim penyidik KPK sudah berada di tanah suci. Mereka bukan cuma berdiam di hotel, lho. Dari informasi yang beredar, tim tersebut aktif bergerak untuk memeriksa sejumlah lokasi penting terkait penyelenggaraan ibadah haji.
"Foto yang saya terima itu di Riyadh," kata Asep, menggambarkan perjalanan timnya.
"Kemarin itu sudah Jedah. Terakhir, foto yang kami terima itu sedang di Mina. Jadi sedang dicek lah tempat-tempat di mana jemaah-jemaah itu biasanya terkonsentrasi," jelasnya sambil merinci pergerakan investigasi.
Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Di balik semua itu, ada upaya untuk menguak fakta di lapangan, memastikan setiap detail kuota dan fasilitasnya benar-benar sesuai. Nada tulisannya sendiri terasa seperti laporan langsung dari lapangan, bukan sekadar siaran pers yang kaku.
Artikel Terkait
Dony Tri Pamungkas Buka Suara soal Rumor Legia Warszawa: Target Utama Saya Asia Dulu, Baru Eropa
Tabrakan Kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi, 4 Tewas dan Puluhan Luka-Luka
KPK Fokus Kejar Aset PT Loco Montrado Usai Tersangka Siman Bahar Meninggal
400 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir di Peringatan May Day 2026