Begitu bunyi rilis itu. Sungguh ironi, helikopter Mi-17 buatan Rusia itu justru sedang bertugas melakukan operasi penyelamatan. Sasaran mereka adalah korban banjir di Arequipa yang telah meluluhlantakkan kawasan itu.
Penerbangan malang itu berawal dari kota Pisco di wilayah Ica. Lalu, pada suatu Minggu sore, kontak radio tiba-tiba terputus. Hilang begitu saja.
Pencarian pun digelar. Hasilnya? Tim penyelamat akhirnya menemukan puing-puing helikopter di hari Senin. Lokasinya jauh, lebih dari 300 kilometer dari titik keberangkatan, tepatnya di sekitar kota Chala, Arequipa. Semua orang di dalamnya dinyatakan tewas. Sebuah misi kemanusiaan berakhir tragis.
Artikel Terkait
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU
Pemerintah Arahkan Motor Listrik untuk Pasar Domestik, Motor BBM Digenjot Ekspor
Anggota DPR Ingatkan Ulang Ancaman Kolaps BPJS Kesehatan pada 2026