Bulan Ramadhan memang mengubah banyak hal. Ritme harian berubah, pola makan pun menyesuaikan. Bagi para penikmatnya, kebiasaan minum kopi sering jadi pertanyaan: tetap dilanjutkan atau justru dihentikan sementara?
Ya, tak sedikit yang merasa kopi adalah "bahan bakar" wajib agar tetap segar menahan lapar dan haus. Tapi benarkah meminumnya saat sahur bisa membantu? Atau malah bikin puasa jadi lebih berat?
Soal ini, Dokter Tirta Mandira Hudhi punya pandangan menarik. Lewat kanal YouTube-nya, dokter yang juga influencer kesehatan itu memberikan penjelasan yang cukup menohok bagi kebiasaan banyak orang.
“Efek kafein itu stimulan. Stimulan artinya meningkatkan aktivitas jantung dan juga bikin sering pipis. Nah, kalau kalian ngopi pas sahur, boleh, tapi nanti malah rentan haus dan dehidrasi,” jelas Tirta.
Intinya, minum kopi jelang imsak justru berpotensi mempercepat hilangnya cairan tubuh. Padahal, kita harus bertahan tanpa minum belasan jam lamanya. Alhasil, rasa haus bisa datang lebih cepat, bahkan sebelum tengah hari.
Lalu, kapan waktu yang tepat? Dokter Tirta punya saran sendiri.
"Kalau saya, waktu ngopinya digeser ke habis Isya.”
Alasannya sederhana. Efek kafein, menurutnya, cuma bertahan sekitar tiga jam. Jadi, kalau diminum usai salat Isya atau sebelum Tarawih, efek stimulannya akan hilang sebelum waktu tidur tiba.
Dia juga sekaligus membantah kekhawatiran umum bahwa kopi sore atau malam akan bikin mata melek.
"Nggak bisa tidur? Lebay. Efek kopi itu cuma tiga jam, kok,” ujarnya dengan nada khas.
Bagi mereka yang memang hobi begadang entah untuk main game atau menyelesaikan pekerjaan waktu malam justru disebutnya lebih pas untuk menyeruput kopi. Tapi, dia tetap menyelipkan peringatan.
“Kalau begadang terus sampai jam empat pagi, lama-lama stroke. Jangan ya, kurang-kurangi,” tambahnya.
Jadi, anggapan bahwa kopi sahur bisa menyuplai energi sepanjang hari ternyata cuma mitos. Malah, bisa jadi bumerang. Lebih baik atur ulang jam minum kopi Anda selama Ramadhan. Biar puasa lancar, ritual ngopi pun tetap bisa dinikmati tanpa rasa was-was.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Israel Ultimatum Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Pendudukan Gaza
Menlu RI Tegaskan Komitmen HAM dan Soroti Isu Palestina di Dewan HAM PBB
Ramadhan di Tenda Bencana: Solidaritas yang Tetap Hidup di Tengah Runtuhnya Rumah
Iran dan Rusia Sepakati Kesepakatan Senjata Rahasia Senilai Setengah Miliar Euro