"Kita membaca tren, membaca pergerakan pemilih, dan memetakan potensi secara objektif."
Di sisi lain, Saan juga menekankan soal mental. Menghadapi tantangan politik ke depan, kata dia, butuh mentalitas petarung dan pemenang.
"Tantangan 2029 akan semakin kompetitif. Karena itu, yang pertama harus ditanamkan adalah mentalitas petarung dan pemenang. Optimisme, tekad kuat, dan ambisi untuk menang harus menjadi karakter seluruh kader,"
paparnya.
Hal lain yang ia soroti adalah infrastruktur partai. Prasyarat partai jadi besar, tegas Saan, ada pada struktur yang terbangun secara masif dan sistemik hingga ke akar rumput.
"Partai besar bukan hanya karena figur, tetapi karena strukturnya hidup, bekerja, dan bergerak secara sistemik. Struktur yang kuat adalah fondasi kemenangan,"
katanya menegaskan.
Jadi, dalam satu hari itu, fokusnya berlapis: kepedulian sosial, pendekatan ilmiah, penguatan mental, dan infrastruktur. Melalui Safari Ramadan ini, Saan ingin menunjukkan bahwa momen ini bukan cuma soal spiritual dan sosial semata. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk memperkuat fondasi organisasi dan strategi politik secara terukur, jauh-jauh hari menuju 2029.
Artikel Terkait
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh