Iran Klaim Tembak Jatuh F-15E dan A-10 AS, Pentagon Bungkam

- Sabtu, 04 April 2026 | 09:15 WIB
Iran Klaim Tembak Jatuh F-15E dan A-10 AS, Pentagon Bungkam

TEHERAN - Langit Iran kembali memanas pada Jumat (3/4/2026) lalu. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15E milik Amerika Serikat di wilayah tengah negara itu. Tak lama berselang, giliran pesawat serbu A-10 yang dilaporkan dirontokkan di atas perairan Teluk Persia.

Kejadian ini, tentu saja, jadi tamparan keras. Banyak yang menduga pertahanan Iran sudah jebol setelah digempur bertubi-tubi oleh AS dan Israel. Nyatanya, mereka masih punya gigi. Klaim-klaim pejabat AS soal lumpuhnya kemampuan Iran pun seketika diuji di lapangan.

Di sisi lain, suasana di kubu Iran terlihat berbeda. Ada nada mengejek yang terang-terangan dilontarkan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, tak menyia-nyiakan momentum. Melalui sebuah unggahan di media sosial, ia menyindir keras pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kerap mengklaim kemenangan.

“Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi yang brilian ini, yang mereka mulai, sekarang telah diturunkan dari ‘Penggulingan rezim’ menjadi ‘Hei! adakah orang yang bisa menemukan pilot kami? Tolong?’,” tulisnya.

Narasi kemenangan itu terus digaungkan. Media pemerintah Iran bahkan merilis foto-foto yang diklaim sebagai puing pesawat F-15E. Dalam foto itu terlihat kursi lontar dengan parasut masih terpasang. Bagian ekor pesawat yang menunjukkan simbol Angkatan Udara AS dan nama skuadronnya pun jelas terpampang.

Kekacauan di udara ternyata belum berakhir. Menurut laporan media Iran, dua helikopter Black Hawk AS yang dikerahkan untuk misi pencarian pilot malah kena tembakan sistem pertahanan. Untungnya, keduanya tidak jatuh. Ada lagi laporan soal pesawat tanker AS yang mengalami masalah teknis. Pesawat itu sempat berputar-putar selama hampir satu jam di atas Teluk Persia sebelum akhirnya mendarat di Israel.

Sampai berita ini diturunkan, respons resmi dari Washington masih sangat minim. Pentagon dan Centcom memilih bungkam, tidak memberikan konfirmasi maupun penjelasan terkait insiden yang disebut-sebut terjadi itu. Keheningan mereka justru menambah tanda tanya besar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar