Iran menyebut hari Jumat (3/4) sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel. Pasukan pertahanan udaranya mengklaim telah menembak jatuh sejumlah pesawat dan rudal musuh dalam serangkaian insiden yang terjadi di berbagai wilayah.
Menurut pernyataan resmi yang baru dirilis pada Sabtu (4/4), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merinci keberhasilan operasi pencegatan mereka. Dua rudal jelajah berhasil dihancurkan di langit Khomein dan Zanjan. Tak hanya itu, di Isfahan, dua drone serang MQ-9 ditembak jatuh. Sementara di Bushehr, satu drone Hermes juga dilumpuhkan.
Yang menarik, IRGC mengaku menggunakan sistem pertahanan udara canggih terbaru mereka dalam operasi ini. Semuanya dikendalikan oleh jaringan pertahanan udara terpadu nasional, yang sepertinya berfungsi dengan cukup efektif pada hari itu.
Namun begitu, klaim mereka tak berhenti di situ. Pasukan Pertahanan Udara IRGC juga mengumumkan telah menghancurkan sebuah jet tempur canggih musuh di Iran tengah. Pencarian pilotnya yang hilang masih terus dilakukan. Dari informasi yang beredar, sang pilot disebut gagal melakukan eject dengan selamat.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik
Perwira Polisi di Jambi Didemosi Usai Kurir Sabu 58 Kg Kabur dari Ruang Penyidikan
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Dorong Olahraga Keluarga
Gubernur DKI Kunjungi Siswa Korban Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit