Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat dan Rudal AS-Israel dalam Serangkaian Insiden

- Sabtu, 04 April 2026 | 10:25 WIB
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat dan Rudal AS-Israel dalam Serangkaian Insiden

Iran menyebut hari Jumat (3/4) sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel. Pasukan pertahanan udaranya mengklaim telah menembak jatuh sejumlah pesawat dan rudal musuh dalam serangkaian insiden yang terjadi di berbagai wilayah.

Menurut pernyataan resmi yang baru dirilis pada Sabtu (4/4), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merinci keberhasilan operasi pencegatan mereka. Dua rudal jelajah berhasil dihancurkan di langit Khomein dan Zanjan. Tak hanya itu, di Isfahan, dua drone serang MQ-9 ditembak jatuh. Sementara di Bushehr, satu drone Hermes juga dilumpuhkan.

Yang menarik, IRGC mengaku menggunakan sistem pertahanan udara canggih terbaru mereka dalam operasi ini. Semuanya dikendalikan oleh jaringan pertahanan udara terpadu nasional, yang sepertinya berfungsi dengan cukup efektif pada hari itu.

Namun begitu, klaim mereka tak berhenti di situ. Pasukan Pertahanan Udara IRGC juga mengumumkan telah menghancurkan sebuah jet tempur canggih musuh di Iran tengah. Pencarian pilotnya yang hilang masih terus dilakukan. Dari informasi yang beredar, sang pilot disebut gagal melakukan eject dengan selamat.

Di sisi lain, Angkatan Darat Iran punya laporan terpisah. Mereka menyatakan jaringan pertahanan udara terpadu negara itu berhasil menjatuhkan sebuah pesawat tempur A-10 Warthog milik AS. Lokasinya di perairan selatan, dekat Selat Hormuz yang strategis itu.

“Pesawat tersebut dilacak dan dihadang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dan kemudian jatuh ke perairan Teluk Persia,” begitu bunyi pernyataan resmi Angkatan Darat Iran.

Secara keseluruhan, hari Jumat itu memang penuh klaim dari Tehran. Setidaknya dua jet tempur, tiga drone, dan dua rudal jelajah disebut-sebut telah berhasil dinetralisir. Sebuah narasi kemenangan yang mereka sampaikan ke dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar