Seorang pria di Bekasi harus merasakan panasnya air keras disiramkan ke tubuhnya usai salat Subuh. Aksi keji itu, yang terekam jelas oleh kamera CCTV, ternyata berakar dari dendam lama yang dipendam bertahun-tahun. Polisi akhirnya berhasil meringkus tiga pelaku yang didorong oleh rasa sakit hati.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, membeberkan motif di balik penyiraman yang viral di media sosial itu. "Motif sakit hati dan dendam terhadap korban," tegasnya kepada awak media pada Sabtu (4/4/2026).
Ketiga pria yang kini berstatus tersangka itu adalah PBU (30), MSNM (29), dan SR (24). Menurut pengakuan mereka, bara kebencian ini sudah menyala sejak lama. Awalnya, salah satu pelaku, PBU, merasa direndahkan oleh korban gara-gara pekerjaannya sebagai driver ojek online.
"Sekitar tahun 2018, ketika tersangka PBU masih bekerja sebagai ojol dan tinggal di sebelah rumah korban, dia kesal karena merasa direndahkan dengan pekerjaannya itu," jelas Sumarni.
Namun begitu, itu bukan satu-satunya pemicu. Rasa kesal itu kian menjadi-jadi ketika korban diduga menutup bak sampah di depan rumah pelaku memakai pot bunga, sehingga tidak bisa dipakai. Kejadian itu terjadi sekitar 2019.
Puncaknya terjadi belum lama ini. Sekitar tahun 2025, saat bertemu di musala untuk salat berjamaah, korban disebut menatap pelaku dengan tatapan sinis. Tatapan itulah yang menjadi percikan terakhir, membuat mereka tersinggung dan memutuskan untuk balas dendam.
Akibat ulahnya, ketiganya kini dijerat dengan Pasal 469 ayat 1 KUHP dan Pasal 470 KUHP.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di Perumahan Bumisani Permai, Desa Setiamekar, Tambun Selatan. Korban berinisial T itu baru saja pulang dari masjid. Hari masih sangat pagi, pukul 04.51 WIB, ketika dua orang berboncengan motor mendekatinya.
Rekaman CCTV yang beredar luas itu memperlihatkan aksi itu terjadi begitu cepat. Korban yang mengenakan baju cokelat langsung merasakan panas menyengat. Dia terlihat mengusap-usap tubuhnya, lalu berusaha melepas baju dalam kepanikan.
Dari sisi lain, video itu juga yang membantu polisi melacak pelaku. Gambar yang jelas itu menjadi bukti penting yang mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengarahkan penyelidikan. Kini, ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan aksi nekat mereka yang berawal dari perselisihan sepele.
Artikel Terkait
Menteri Haji Imbau Jemaah Hindari Lempar Jumrah Siang Hari Akibat Suhu Ekstrem 43 Derajat Celsius di Mina
Begal Sepeda Motor di Tenho, Pelaku Diamankan Warga Setelah Babak Belur
Rustini Muhaimin Tekankan Pentingnya Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini bagi Anak Bangsa
Persiapan Waisak 2570 BE di Borobudur Kian Matang, Rangkaian Ritual Suci hingga Atraksi 570 Drone Siap Meriahkan Puncak Perayaan