TEHERAN - Langit Iran kembali memanas pada Jumat (3/4/2026) lalu. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15E milik Amerika Serikat di wilayah tengah negara itu. Tak lama berselang, giliran pesawat serbu A-10 yang dilaporkan dirontokkan di atas perairan Teluk Persia.
Kejadian ini, tentu saja, jadi tamparan keras. Banyak yang menduga pertahanan Iran sudah jebol setelah digempur bertubi-tubi oleh AS dan Israel. Nyatanya, mereka masih punya gigi. Klaim-klaim pejabat AS soal lumpuhnya kemampuan Iran pun seketika diuji di lapangan.
Di sisi lain, suasana di kubu Iran terlihat berbeda. Ada nada mengejek yang terang-terangan dilontarkan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, tak menyia-nyiakan momentum. Melalui sebuah unggahan di media sosial, ia menyindir keras pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kerap mengklaim kemenangan.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris
Min Aung Hlaing Resmi Dilantik sebagai Presiden Myanmar Setelah Lima Tahun Berkuasa
Iran Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran, Hantam Israel dari Negev hingga Tel Aviv