MURIANETWORK.COM - Warga Perumahan Gunung Anyar Harapan, Surabaya, menghadapi gangguan kenyamanan dan estetika lingkungan akibat kondisi akses utama permukiman yang kumuh. Persoalan ini mencuat jelang perayaan Lebaran, dengan adanya gubuk liar, tumpukan rongsokan, serta aktivitas penjemuran sampah plastik di tepi jalan. Keluhan warga pun mendapat respons langsung dari anggota dewan setempat yang mendesak penanganan segera.
Kondisi Akses yang Mengganggu Kenyamanan
Masuk ke kawasan perumahan di RW 05, Gunung Anyar Harapan, pemandangan yang menyambut bukanlah lingkungan yang rapi. Sebuah gubuk sederhana dengan kasur dan bantal terlihat di tepi jalan, yang menurut keterangan warga kerap dihuni dan dipenuhi barang rongsokan. Tidak hanya itu, ruas jalan yang seharusnya berfungsi sebagai akses utama justru dimanfaatkan untuk menaruh rongsok dan menjemur sampah plastik. Kondisi ini dinilai telah berlangsung cukup lama dan semakin mengganggu, terlebih di momen menjelang hari raya.
Desakan dari Wakil Ketua DPRD Surabaya
Merespon keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, turun langsung meninjau lokasi. Ia menyayangkan kondisi akses yang terlihat kumuh, terutama di waktu yang hampir bersamaan dengan persiapan Lebaran.
Politisi dari PKB ini menekankan perlunya solusi bersama dan koordinasi cepat antara pihak pengembang perumahan dan Pemerintah Kota Surabaya. Ia mendesak agar penanganan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing pihak, mulai dari penertiban hingga peningkatan frekuensi pengangkutan sampah oleh truk dinas.
Artikel Terkait
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah