Tommy bersikap tegas. Kliennya, Insanul Fahmi, sedang mempersiapkan permintaan perlindungan hukum. Bahkan, rencananya lebih jauh lagi. Mereka berniat meminta perlindungan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Gagasan ini bukan muncul tiba-tiba, menurut Tommy.
“Kita akan melakukan upaya-upaya dan tidak akan tinggal diam.”
“Insanul minta perlindungan hukum, sudah banyak yang kita susun. Bahkan juga kalau perlu ke presiden, dia bilang. Karena kan kita juga melihat literasi-literasi kasus-kasus yang sudah berjalan,”
Tak cuma itu, Tommy juga menyelipkan pesan untuk Polda Metro Jaya. Dia mengingatkan agar pihak kepolisian berhati-hati dan jangan gegabah. Menurutnya, kasus ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Ada rangkaian peristiwa lain di baliknya yang harus dipertimbangkan.
“Tentunya dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya juga harus hati-hati jangan sampai ambil sikap yang dominan. Karena kasusnya bukan berdiri sendiri. Ada hal-hal rentetan atau rangkaian lain. Kita mau kasus ini transparan dan nggak ada yang dibuat-buat,”
Jadi, beginilah situasinya sekarang. Laporan Wardatina Mawa sudah bergulir secara resmi di jalur hukum. Sebagai reaksi, tim hukum Insanul Fahmi menyiapkan perlawanan dengan skala yang tak main-main sampai-sampai menyebut nama presiden. Dua kubu kini bersiap. Tinggal menunggu langkah penyidik berikutnya.
Artikel Terkait
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan