Laporan Wardatina Mawa Naik ke Penyidikan, Kuasa Hukum Insanul Fahmi Siapkan Langkah Balasan
Proses hukum mulai bergulir lebih serius. Pihak yang dilaporkan tak tinggal diam, bahkan mengancam akan melibatkan istana.
Gelombang baru terjadi dalam kasus yang melibatkan Wardatina Mawa. Setelah menunggu cukup lama, laporannya soal dugaan perselingkuhan dan perzinaan akhirnya resmi ditingkatkan statusnya. Naik ke tahap penyidikan.
Perkara ini sekarang berada di meja Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya. Konfirmasi datang langsung dari Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo.
"Kasus dengan pelapor WM yang melaporkan IIR dan IF telah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 10 Februari 2026. Saat ini perkara ditangani oleh Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya,"
Mendengar kabar ini, Wardatina Mawa terlihat lega. Prosesnya mulai berjalan. Dia memastikan akan memenuhi panggilan penyidik dan ini yang penting membawa serta bukti-bukti tambahan yang dia miliki. “Ada surat panggilan, Kak,” ujar Mawa singkat. Lalu dia menambahkan, “Ada bukti tambahan baru.” Niatnya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas juga ditegaskan kembali.
Namun begitu, di sisi lain, suasana justru memanas.
Reaksi dari Kubur Insanul Fahmi
Mendapat kabar laporan Mawa sudah “naik sidik”, pihak Insanul Fahmi langsung bergerak. Mereka tak mau cuma jadi penonton. Melalui pengacaranya, Tommy Tri Yunanto, mereka mengumumkan akan melakukan serangkaian upaya hukum balasan.
Tommy bersikap tegas. Kliennya, Insanul Fahmi, sedang mempersiapkan permintaan perlindungan hukum. Bahkan, rencananya lebih jauh lagi. Mereka berniat meminta perlindungan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Gagasan ini bukan muncul tiba-tiba, menurut Tommy.
“Kita akan melakukan upaya-upaya dan tidak akan tinggal diam.”
“Insanul minta perlindungan hukum, sudah banyak yang kita susun. Bahkan juga kalau perlu ke presiden, dia bilang. Karena kan kita juga melihat literasi-literasi kasus-kasus yang sudah berjalan,”
Tak cuma itu, Tommy juga menyelipkan pesan untuk Polda Metro Jaya. Dia mengingatkan agar pihak kepolisian berhati-hati dan jangan gegabah. Menurutnya, kasus ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Ada rangkaian peristiwa lain di baliknya yang harus dipertimbangkan.
“Tentunya dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya juga harus hati-hati jangan sampai ambil sikap yang dominan. Karena kasusnya bukan berdiri sendiri. Ada hal-hal rentetan atau rangkaian lain. Kita mau kasus ini transparan dan nggak ada yang dibuat-buat,”
Jadi, beginilah situasinya sekarang. Laporan Wardatina Mawa sudah bergulir secara resmi di jalur hukum. Sebagai reaksi, tim hukum Insanul Fahmi menyiapkan perlawanan dengan skala yang tak main-main sampai-sampai menyebut nama presiden. Dua kubu kini bersiap. Tinggal menunggu langkah penyidik berikutnya.
Artikel Terkait
Whoosh Luncurkan Promo Tiket Rombongan Rp 200.000 untuk Rute Jakarta-Bandung
Manchester United Kejar Tiket Liga Champions dengan Misi Balas Dendam ke Everton
BPOM Serang Temukan Sagu Mutiara dan Ikan Teri Berzat Berbahaya di Pasar Pandeglang
DPR Intensifkan Partisipasi Publik untuk RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Mulai Maret 2026