Momentum ini jelas bukan sekadar seremonial. NPCI Sumsel berharap bisa memperkuat sinergi kelembagaan dan memantapkan sejumlah program strategis tahun 2026. Fokusnya meliputi pembinaan, kompetisi, dan tentu saja, peningkatan jam tanding atlet.
Namun begitu, Pelatda berjalan bukan satu-satunya agenda. NPCI Sumsel juga menyiapkan uji tanding internasional atau test event untuk beberapa cabang olahraga. Tenpin bowling, misalnya, direncanakan akan dikirim ke Thailand sekitar Mei 2026. Sementara untuk para badminton, jadwalnya diplot antara Juli hingga Agustus tahun yang sama.
Di tingkat lokal, Kejuaraan Provinsi 2026 tetap akan dihelat sekitar bulan Juli. Event ini dianggap penting sebagai wadah kompetisi, pemantauan performa, dan tentu saja, penjaringan bakat-bakat potensial baru. Soal sponsor, memang masih terus diupayakan. Tapi yang pasti, kejuaraan ini akan tetap jalan sesuai kalender pembinaan yang sudah disusun.
Di sisi lain, pengembangan cabang olahraga baru juga tak luput dari perhatian. NPCI Sumsel mendorong partisipasi atlet difabel dalam Kejurnas Sambo Piala Gubernur Sumsel mendatang. Kejuaraan yang memuat kategori umum dan difabel ini diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk sosialisasi dan pengembangan cabang olahraga tersebut di masa depan.
Dengan serangkaian program yang padat dan terukur ini, target NPCI Sumsel jelas: pembinaan atlet harus berjalan lebih progresif. Semua diarahkan untuk satu tujuan akhir, yaitu memberikan kontribusi prestasi yang maksimal pada pesta olahraga difabel empat tahun mendatang di Peparnas 2028.
Artikel Terkait
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015