MURIANETWORK.COM - Pengamat politik Hendri Satrio atau akrab disapa Hensat mempunyai dugaan kenapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirim ratusan relawan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Hensat menduga Jokowi ingin memberi konotasi bahwa IKN ramai dengan mengirim 500 relawannya, padahal tidak diperlukan karena akan menghabiskan anggaran negara, dirinya pun berharap berita tersebut tidak benar.
"Ngirim ratusan relawan ke IKN? Mau ngapain? Mau kasih konotasi Seolah-olah IKN Rame? oh come on Beb! Gak usah lah, ngabisin uang negara aja! Semoga desas desus di atas tidak benar!" ucapnya, dikutip dari akun X pribadinya, Jumat (2/7).
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Projo yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi mengatakan Presiden Jokowi akan mengajak sekitar 500 orang ke IKN untuk melihat progras pembangunan.
"Tadi sudah bilang sama bapak, tanggal 11. Kita berangkat (tanggal) 10 dan 11 (Agustus), tapi acaranya sama Pak Presiden tanggal 11 (Agustus). Iya, 500 orang," kata Budi Arie saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (31/7/2024), dikutip dari Suara.
Relawan, menurut Budi, memandang IKN sebagai perogram warisan dari Jokowi dan menjadi bukti komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia sentris. Ia pun mengingatkan bahwa seluruh istana di Indonesia adalah produk kolonial.
"Kalau teman bilang ini pembuatan negara itu artinya, karena istana kita istana di Indonesia ini semuanya produk kolonial. Kita bikin istana sendiri di Nusantara," ujar Budi sebagaimana dilansir Antara.
Ia menambahkan kunjungan relawan juga menjadi pengingat pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN merupakan bagian penting dalam membangun Indonesia untuk masa depan.
Sumber: wartaekonomi
Artikel Terkait
Pramono Akui Kecewa Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, Prioritas Jaga Kondusivitas Ibu Kota
Konflik Timur Tengah Ancam Penutupan 10 Perusahaan Padat Karya di Jawa dan Banten dalam Tiga Bulan
AHY: Penyalahgunaan Lahan dan Sampah Jadi Pemicu Utama Banjir Jabodetabek
Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Memanas, Jaksa dan Pengacara Nadiem Makarim Adu Argumen