Kapolri Ingatkan Ancaman AI dan Cuaca Ekstrem di Milad PUI

- Senin, 23 Februari 2026 | 14:40 WIB
Kapolri Ingatkan Ancaman AI dan Cuaca Ekstrem di Milad PUI

Di sisi lain, ia melihat kondisi ekonomi Indonesia relatif masih baik. Beberapa indikator menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran terbuka menurun, realisasi investasi naik. “Dan tentunya ini bisa kita dorong, apabila pertumbuhan ekonomi bisa berjalan sesuai dengan rel yang diharapkan,” ujarnya.

Tapi ia mengingatkan, semua itu butuh landasan yang kokoh. “Namun demikian, tentunya stabilitas, stabilitas keamanan nasional itu menjadi syarat utama agar pertumbuhan ekonomi bisa berjalan.”

Sigit lalu menyambung dengan visi besar pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045, lengkap dengan Asta Cita, program prioritas, dan program cepat saji. Harapannya, semua rancangan itu mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Selanjutnya ada delapan sasaran prioritas yang saat ini sedang didorong. Antara lain memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia,” paparnya.

“Dan yang saat ini sedang didorong adalah bagaimana kita mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada, pangan, energi, air, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.”

Kapolri mengutip pernyataan Presiden yang menyebut Indonesia dikaruniai kekayaan alam luar biasa. Semua itu, kata Sigit, bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Syaratnya cuma satu: persatuan.

“Namun apakah kita mampu menjaga dan mengelola kekayaan alam tersebut? Dan syaratnya adalah kalau kita semuanya bersatu padu,” bebernya.

“Kekayaan kita yang sudah dijajah 350 tahun itu, sampai sekarang masih sangat luar biasa. Tapi saat ini belum terkelola dengan optimal. Ini bisa terjadi, bisa terlaksana kalau kita semua bersatu, memperkuat kualitas SDM kita, mempersiapkan kemampuan kita untuk kemudian bisa menjadi pelaku-pelaku yang ikut membangun. Dan ini yang tentunya menjadi sasaran kita ke depan.”

Di akhir, Sigit kembali mengajak PUI berkolaborasi. Menjaga persatuan dan menggerakkan ekonomi bangsa, menurutnya, adalah tugas bersama.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar