MURIANETWORK.COM - Harga cabai di Jakarta menunjukkan tren penurunan seiring dengan mendekatnya bulan Ramadan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan penurunan harga terjadi secara alami, sebelum pemerintah daerah melakukan intervensi pasar. Pernyataan ini disampaikannya di Balai Kota Jakarta pada Senin (23/2/2026), sembari menegaskan pengawasan ketat terhadap harga bahan pokok utama untuk menjaga stabilitas inflasi.
Pemantauan Tiga Komoditas Kunci
Pramono Anung mengungkapkan, ada tiga komoditas pangan yang menjadi fokus utama pemantauan Pemprov DKI karena dampaknya yang signifikan terhadap laju inflasi. Ketiga bahan pokok itu adalah beras, cabai, dan daging. Ia telah menginstruksikan BUMD pangan, Pasar Jaya, untuk terus mengawasi pergerakan harganya di pasaran.
"Sebenarnya tiga yang dimonitor, pertama harga beras, kemudian cabai, yang ketiga daging. Karena ini biasanya komponen yang secara langsung akan berpengaruh terhadap inflasi," jelasnya.
Harga Mulai Turun Secara Alami
Menariknya, penurunan harga cabai terjadi tanpa campur tangan pemerintah terlebih dahulu. Gubernur menilai ini sebagai indikasi positif dari dinamika pasar. Ia menyebut kondisi harga kebutuhan pokok secara umum masih relatif terkendali meski Ramadan telah dimulai.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Mohammad Riza Chalid Tersangka Kedua untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak
PBNU Dukung Larangan Vape Jika Terbukti Jadi Alat Peredaran Narkoba
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan