Polda Riau Gelar Razia Urine Dadakan, Kapolda: Tidak Ada Ampun bagi Pengguna Narkoba

- Senin, 23 Februari 2026 | 09:50 WIB
Polda Riau Gelar Razia Urine Dadakan, Kapolda: Tidak Ada Ampun bagi Pengguna Narkoba

MURIANETWORK.COM - Polda Riau melakukan pemeriksaan urine mendadak terhadap ratusan personelnya di Mapolda Riau, Pekanbaru, Senin (23/2/2025). Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan internal untuk memastikan kebersihan institusi dari penyalahgunaan narkoba, sekaligus menindaklanjuti arahan langsung Kapolri.

Pengawasan Internal yang Ketat

Pemeriksaan yang digelar tanpa pemberitahuan sebelumnya itu menyasar personel dari berbagai satuan dan pangkat, mulai dari bintara hingga perwira menengah. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan markas besar kepolisian daerah itu menunjukkan komitmen pimpinan untuk melakukan pengawasan dari dalam secara proaktif.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan wujud nyata dari pengawasan berkelanjutan yang dilakukan oleh Itwasda dan Bidpropam. "Kami secara terus-menerus melakukan pengawasan internal melalui Inspektorat Jenderal Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) terus memantau dan pengecekan bagi seluruh anggota," ujarnya.

Tegas terhadap Pelanggar

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi personel yang terbukti melanggar, baik sebagai pengguna maupun yang terlibat lebih jauh dalam jaringan narkotika. Sanksi tegas akan diterapkan sesuai peraturan yang berlaku untuk menjaga marwah institusi.

Peringatan itu disampaikannya dengan bahasa yang lugas dan tegas. "Tidak ada ampun bagi personel Polda Riau yang terbukti baik itu sebagai pengguna. Pengguna saja kalau terbukti akan dikenai aturan tegas sesuai aturan apalagi yang terlibat dalam transaksi narkotika," tegas Herry Heryawan.

Ia kembali mengingatkan bahwa pelanggaran semacam itu bukan hanya merugikan individu, tetapi juga mencoreng nama baik korps. Komitmen untuk membersihkan barisan dari dalam menjadi prioritas utama. "Yang terbukti melakukan pelanggaran atau kejahatan, bergabung dengan sindikat kejahatan terutama narkoba tidak ada ampun. Karena dari awal saya sampaikan 'Melindungi Tuah Menjaga Marwah'," jelasnya.

Keterbukaan terhadap Masyarakat

Di akhir penjelasannya, Irjen Herry Heryawan menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Untuk mempermudah pengawasan eksternal, ia mengajak warga untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh personel kepolisian melalui saluran yang telah disediakan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar