Di Kecamatan Tambora, dampaknya cukup signifikan. Tidak kurang dari 140 unit rumah di Desa Labuan Kananga terendam air. Genangan juga meluas ke sejumlah fasilitas vital, termasuk dua sekolah dasar (SDN 1 dan 2 Labuan Kananga), masjid, kantor desa, serta Pasar Labuan Kananga. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan aset publik dan gangguan layanan.
Huda menambahkan detail mengenai gangguan infrastruktur. "Akses jalan raya provinsi di Desa Labuan Kananga juga tergenang air bercampur lumpur hingga menghambat arus lalu lintas," jelasnya.
Sementara itu, di Desa Kawinda Na'e yang juga berada di Kecamatan Tambora, tercatat 20 rumah mengalami kebanjiran. Yang lebih mengkhawatirkan, kekuatan arus air telah mengikis bahu jalan hingga menyebabkan ruas jalan raya setempat berubah menjadi aliran sungai, memutus konektivitas antar wilayah.
Pemantauan dan Penanganan
Meski laporan awal telah masuk, proses pendataan dampak dan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim terkait. Banjir yang datang dengan cepat ini menyisakan pekerjaan rumah untuk memulihkan kondisi wilayah, membersihkan lumpur, dan mengevaluasi kerentanan infrastruktur. Kesigapan dalam penanganan darurat dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci untuk meredakan dampak yang dirasakan warga.
Artikel Terkait
Wamen Transmigrasi Resmikan Pembangunan Tanggul dan Rehab Sekolah di Gorontalo Utara
Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein dan Desak Sidang Publik untuk Korban
Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzaki Teladan, Ajak Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah
Timnas Tenis Putri Indonesia Tundukkan India 3-0, Kokoh di Posisi Kedua Piala Billie Jean King