MURIANETWORK.COM - Pemerintah Korea Selatan secara resmi memprotes penyelenggaraan acara "Hari Takeshima" oleh Jepang, yang dinilai sebagai klaim sepihak atas gugusan pulau yang disengketakan. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan keberatan keras dan telah memanggil diplomat senior Jepang di Seoul untuk menyampaikan protes tersebut, mendesak Jepang menghentikan klaim yang dianggap tidak berdasar.
Protes Resmi atas Klaim Teritorial
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyampaikan kekecewaan mendalam atas digelarnya upacara peringatan oleh prefektur Shimane dan kehadiran pejabat senior pemerintah Jepang di dalamnya. Langkah ini dipandang Seoul sebagai upaya provokatif yang mengabaikan fakta historis dan hukum. Sebagai bentuk protes, seorang diplomat tinggi Jepang dipanggil ke kantor kementerian di ibu kota Korea Selatan.
Kementerian tersebut menegaskan posisinya dengan jelas. "Dokdo jelas merupakan wilayah kedaulatan Korea Selatan secara historis, geografis, dan berdasarkan hukum internasional," tegasnya dalam pernyataan tertulis.
Artikel Terkait
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI