Komisi VIII DPR Tinjau Penyaluran Bansos dan Sinergi Lembaga Sosial di Batam

- Minggu, 22 Februari 2026 | 17:05 WIB
Komisi VIII DPR Tinjau Penyaluran Bansos dan Sinergi Lembaga Sosial di Batam

Dialog yang terjalin tidak hanya bersifat apresiatif, tetapi juga mendalam. Anggota komisi secara aktif menyerap informasi mengenai sejarah, program utama, capaian kinerja, serta berbagai kendala operasional yang dihadapi oleh lembaga-lembaga sosial di Batam. Pendekatan ini menunjukkan upaya untuk memahami akar permasalahan, bukan sekadar melihat laporan administrasi.

Perhatian khusus juga diberikan pada realisasi anggaran bantuan sosial. Data yang dihimpun menunjukkan, total penyaluran bantuan untuk Provinsi Kepulauan Riau, yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, mencapai Rp75,4 miliar. Adapun realisasi untuk Kota Batam sendiri telah menembus angka Rp34,09 miliar.

Perhatian pada Kelompok Rentan

Selain program reguler, pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memperluas jaring pengaman sosial. Rachmat Koesnadi, Direktur Rehabilitasi Sosial di Kementerian Sosial, menegaskan komitmen ini.

"Kementerian Sosial terus memperkuat program rehabilitasi sosial dan perlindungan bagi kelompok rentan," ungkapnya.

Perhatian tersebut diwujudkan, antara lain, melalui program bantuan bagi lanjut usia serta jaminan perlindungan bagi sekitar 14 ribu pekerja dengan kerentanan tinggi, seperti pengemudi kapal pancung, pengemudi ojek online, dan penarik becak.

Memperkuat Sinergi Antarlembaga

Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan untuk membangun koordinasi yang lebih solid. Kehadiran perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam satu forum menunjukkan pendekatan yang terintegrasi. Tujuannya jelas: menyelaraskan program dan kebijakan agar dampaknya lebih terasa di tingkat akar rumput.

Marwan Dasopang didampingi oleh sejumlah anggota Komisi VIII dari berbagai fraksi dan daerah pemilihan, antara lain H. Ansari, H. Muhammad Abdul Azis Sefudin, I Ketut Kariyasa Adyana, Matindas J. Rumambi, Hasan Basri Agus, H. Aprozi Alam, Endro Hermono, Lale Syifaun Nufus, Satori, Maman Imanul Haq, Mohd. Iqbal Romzi, serta Zulfikar Achmad. Komposisi tim yang beragam ini mencerminkan pendekatan multiperspektif dalam menangani isu-isu sosial yang kompleks.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar