Taliban Sumpah Balas Dendam, 10 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Pakistan

- Selasa, 25 November 2025 | 17:12 WIB
Taliban Sumpah Balas Dendam, 10 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Pakistan
Laporan Perbatasan

Taliban tak tinggal diam. Pemerintahan mereka di Afghanistan menuding Pakistan melakukan serangan yang menewaskan sepuluh orang di kawasan perbatasan, tepatnya pada hari Selasa (25/11). Mereka bahkan bersumpah akan memberikan respons yang setimpal.

Melalui unggahan di platform X, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyebut pasukan Pakistan mengebom rumah seorang warga sipil. Yang bikin pilu, mayoritas dari mereka yang jadi korban adalah anak-anak.

"Kami mengutuk keras pelanggaran ini," tegas Mujahid, seperti dikutip dari AFP.

"Mempertahankan wilayah udara, wilayah, dan rakyat adalah hak yang sah. Dan kami akan merespons dengan tepat pada waktunya," tambahnya.

Rincian yang disampaikan Mujahid cukup menyayat hati. "9 anak (5 anak laki-laki dan 4 anak perempuan) dan satu perempuan dewasa di provinsi Khost tewas dalam serangan itu," ujarnya.

Di sisi lain, juru bicara gubernur Khost, Mustaghfir Gurbuz, menyatakan serangan itu melibatkan drone dan pesawat terbang. Serangan udara ini seolah membuka babak baru ketegangan antara kedua negara.

Menurut sejumlah laporan, insiden ini terjadi setelah aksi bunuh diri yang mengguncang markas pasukan paramiliter Pakistan di Peshawar sehari sebelumnya. Serangan hari Senin (24/11) itu menewaskan tiga anggota pasukan dan melukai sebelas orang lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Namun, lembaga penyiar negara PTV menyebut pelakunya adalah warga Afghanistan. Presiden Pakistan Asif Zardari punya tuduhan lain. Dia menyalahkan militan Fitna al-Khawarij istilah yang kerap dipakai Pakistan untuk menyebut Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Sebelumnya, ibu kota Islamabad juga diguncang ledakan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan. Dua belas orang meregang nyawa. Faksi Taliban Pakistan yang punya ideologi serupa dengan Taliban Afghanistan mengklaim aksi itu.

Suasana di perbatasan semakin mencekam. Serangan balasan Taliban sepertinya hanya soal waktu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar