"Saya ucapkan terima kasih pada muda-mudi Kota Pekanbaru dan panitia. Antusiasme tinggi dan pelaksanaan yang tertib ini menunjukkan kesantunan generasi muda kita. Ini ajang mempererat silaturahmi juga," tuturnya.
Di sisi lain, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, punya penjelasan lebih teknis. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengubah energi negatif jadi sesuatu yang bermanfaat.
"Kami ingin menghadirkan ruang positif untuk menyalurkan hobi. Dengan lomba lari ini, anak muda bisa tunjukkan prestasi, sekaligus kita bersama-sama jaga ketertiban di jalan raya," kata Kombes Jeki.
Dengan menggelarnya di malam hari di pusat kota, mereka berharap ini jadi alternatif hiburan yang sehat. Sekaligus bukti bahwa kamtibmas bisa dibangun lewat interaksi santai dan kompetisi sportif.
"Badan sehat, jiwa kuat. Kami ajak semua komunitas lari di Pekanbaru untuk ramaikan ini. Mari bangun budaya hidup sehat," ajaknya.
Harapannya sih sederhana. Lewat lomba lari 100 meter ini, anak muda bisa unjuk gigi dengan prestasi dan sportivitas. Sementara itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pun tetap terjaga dengan cara yang lebih cair dan diterima.
Tak cuma soal menang atau kalah. Acara ini juga dimaksudkan sebagai momentum untuk membangun budaya hidup sehat. Buat yang juara, sudah disiapkan hadiah menarik plus uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Semua berjalan lancar, dan suasana malam Ramadan pun terasa lebih hidup.
Artikel Terkait
Dubes UEA Ungkap 85% Serangan Iran Arahkan ke Negara Teluk dan Yordania
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang
China Perluas Layanan Kereta Cepat untuk Anjing dan Kucing ke 121 Stasiun
Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam dengan Senjata di Sumut, Polisi Usut Tuntas