Sabtu siang itu, Bandara Soekarno-Hatta kedatangan seorang warga negara yang pulang dengan kondisi khusus. Karwati bt Dasta Ali, seorang Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu, akhirnya tiba dengan selamat dari Muscat, Oman. Penerbangannya mendarat tepat pukul 14.50 WIB, mengakhiri sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi koordinasi intensif antar negara.
Rutenya cukup berliku: Muscat–Doha–Jakarta, menggunakan Qatar Airways dan dioperasikan bersama Garuda Indonesia. Semua detail teknisnya tercatat rapi dalam Brafaks KBRI Muscat. Tapi prosesnya nggak semulus yang dibayangkan. Sempat ada masalah di awal, soal ketidaksesuaian data manifest karena jadwal yang berubah-ubah. Bahkan sempat ada ketidakhadiran di jadwal sebelumnya. Situasi ini langsung mendapat perhatian serius.
Atas arahan langsung Menteri KP2MI, Mukhtarudin, semua pihak digerakkan. Koordinasi diperketat antara direktorat di kementerian, KBRI Muscat, KBRI Doha, plus pihak maskapai dan agensi di Oman. Hasilnya? Jadwal baru bisa dipastikan dan proses pemulangan bisa berjalan.
Menteri Mukhtarudin sendiri bersikap tegas dalam hal ini.
“Setiap indikasi pemberangkatan tidak prosedural harus kita telusuri. Kita tidak akan mentolerir praktik yang membahayakan keselamatan PMI. Negara hadir bukan hanya untuk memulangkan, tetapi memastikan ada pertanggungjawaban,” ujarnya.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut